Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
25 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Rumbai Barat

Tak Kunjung Diaspal, Warga Muara Fajar Timur Patungan Perbaiki Jalan Ikan Raya

Tak Kunjung Diaspal, Warga Muara Fajar Timur Patungan Perbaiki Jalan Ikan Raya
Kamis, 24 September 2026 19:36 WIB
Penulis: Afrila Yobi

RUMBAI BARAT- Ribuan warga di Kelurahan Muara Fajar Timur, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru, akhirnya memilih turun tangan langsung membenahi akses lingkungan mereka. Merasa lelah menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah, warga setempat bergotong royong mengumpulkan dana secara swadaya demi menambal dan mengaspal Jalan Ikan Raya yang selama ini menjadi urat nadi pergerakan masyarakat.

Langkah inisiatif tersebut digerakkan oleh warga yang bermukim di lingkungan RT 03 dan RT 04, RW 06. Mengingat jalur tersebut menopang mobilitas harian bagi sekitar 4.000 jiwa, perbaikan tak bisa lagi ditunda. Kelancaran aktivitas sosial hingga ekonomi masyarakat sangat bergantung pada kelaikan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.

Ketua RW 06 Kelurahan Muara Fajar Timur, Tuyadi menuturkan, ketiadaan campur tangan pemerintah hingga saat ini memaksa masyarakat merogoh kocek pribadi untuk membeli material. Ia menduga belum adanya perbaikan karena jalur tersebut minim atensi dari para pengambil kebijakan.

"Ini jalan yang tidak ada kepentingan dengan pejabat, sehingga sampai saat ini pemerintah belum juga melaksanakan pengaspalan atau semenisasi," keluhnya kepada GoRiau.com, Kamis (24/9/2026).

Meskipun dana telah terkumpul dan material aspal berhasil dihamparkan, langkah gotong royong ini disadari hanyalah solusi sementara agar lintasan tetap bisa dilalui dengan aman. Secara teknis, daya tahan konstruksi hasil swadaya tentu memiliki keterbatasan jika dibandingkan dengan pengerjaan proyek resmi dari instansi terkait.

Oleh sebab itu, warga tetap menaruh harapan besar agar pembangunan infrastruktur yang lebih permanen segera direalisasikan di wilayah mereka. Tanggung jawab utama penataan akses publik diyakini tetap berada di tangan pemerintah daerah.

"Kami telah berjuang dan berusaha meminta agar pembangunan Jalan Ikan Raya segera direalisasikan. Kami mohon pemerintah memperhatikan jalan masyarakat tersebut," harap Tuyadi.

Saat ini, hamparan aspal hasil keringat dan uang warga mulai menutupi permukaan Jalan Ikan Raya. Ribuan jiwa di Rumbai Barat tersebut kini menanti langkah konkret pemerintah untuk mengambil alih pemeliharaan fasilitas infrastruktur secara berkesinambungan. ***

wwwwww