Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
26 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Sulap Tumpukan Sampah Jadi Cuan, Dispora Pekanbaru Latih 70 Pemuda Bangun Bisnis Berkelanjutan

Sulap Tumpukan Sampah Jadi Cuan, Dispora Pekanbaru Latih 70 Pemuda Bangun Bisnis Berkelanjutan
Dispora Kota Pekanbaru menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda bertemakan 'Membangun Kewirausahaan Pemuda Berbasis Lingkungan.
Kamis, 24 September 2026 05:08 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
TENAYAN RAYA- Tumpukan limbah rumah tangga yang kerap memicu persoalan tata kota kini mulai dipandang dari kacamata berbeda oleh puluhan anak muda di Kota Pekanbaru. Alih-alih menjauh, para generasi Z dan milenial ini justru didorong untuk terjun langsung menyulap barang sisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan secara finansial sekaligus menjaga kelestarian alam lingkungan sekitar.

Dorongan nyata ini difasilitasi langsung oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru lewat agenda Pelatihan Kewirausahaan Pemuda. Mengusung tema pengelolaan sampah dan penguatan ketahanan pangan, kegiatan ini menempa 70 peserta terpilih yang berusia 16 hingga 30 tahun dari 15 kecamatan se-Pekanbaru. Rangkaian pelatihan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026).

Kepala Dispora Kota Pekanbaru, Yuliarso memaparkan bahwa pemuda harus berani mengambil peran sentral sebagai motor penggerak perputaran uang di tengah dinamika masyarakat perkotaan. Menurutnya, inovasi adalah kunci untuk membalikkan keadaan.

"Pemuda di Kota Pekanbaru harus mampu menjadi penggerak dan pelaku wirausaha di tengah masyarakat. Sampah dan limbah yang sering dianggap sebagai masalah, bisa menjadi peluang apabila dikelola dengan baik, kreatif dan inovatif," urainya.

Melalui ruang kelas edukasi ini, para peserta diajak meruntuhkan stigma lama yang menempatkan lulusan sekolah sebatas sebagai barisan antrean pencari kerja. Selama masa bimbingan, mereka dibekali pengetahuan praktis, keterampilan teknis, serta suntikan motivasi agar berani merintis usaha produksi yang mandiri dan memiliki daya saing kuat di pasaran daerah.

Lebih jauh, forum ini dirancang sebagai wadah strategis bagi anak-anak muda untuk merajut jejaring kolaborasi yang solid, baik sesama perintis usaha lokal maupun dengan unsur pemerintahan.

"Mari kita ubah pola pikir dari mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan. Dari melihat sampah sebagai masalah menjadi peluang usaha, dan dari konsumen menjadi produsen yang kreatif dan produktif," pungkasnya. ***

wwwwww