Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Setahun Pimpin Pekanbaru, Agung Nugroho Fokus Tuntaskan Utang Warisan dan Kerek Ekonomi Daerah

Setahun Pimpin Pekanbaru, Agung Nugroho Fokus Tuntaskan Utang Warisan dan Kerek Ekonomi Daerah
Wako Agung saat Agung saat membuka kegiatan Sosialisasi Produk Hukum se-Kecamatan Kota Pekanbaru yang diikuti warga Kecamatan Payung Sekaki, Tuah Madani dan Senapelan di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Senin (21/9/2026)
Selasa, 22 September 2026 12:44 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Masa kampanye telah lama usai. Kini, warga Kota Pekanbaru mulai merasakan langsung dampak kebijakan dari satu tahun kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar. Mulai dari perbaikan fasilitas jalan, jaminan pendidikan anak, hingga tuntasnya utang warisan ratusan miliar rupiah menjadi fokus utama pemerintahan saat ini.

Perubahan arah orientasi dari sekadar memenangkan panggung politik menuju pengabdian nyata ditekankan Agung saat membuka agenda Sosialisasi Produk Hukum se-Kecamatan Kota Pekanbaru. Acara yang dihadiri perwakilan warga dari Kecamatan Payung Sekaki, Tuah Madani, dan Senapelan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Senin (21/9/2026).

Di hadapan warga, Agung memastikan pemerintah daerah kini mengerahkan seluruh energi untuk menyelesaikan persoalan dasar masyarakat. Langkah yang ditempuh Pemkot Pekanbaru mencakup peningkatan kebersihan kota, menekan angka anak putus sekolah hingga nol, penanganan stunting, serta membenahi layanan kesehatan dan infrastruktur.

"Jalan dibagusin, anak sekolah diurusin, kesehatan ditingkatkan penjaminannya. Pertemuan dan silaturahmi juga kami lakukan," urainya.

Di luar urusan pelayanan dasar, Pemkot Pekanbaru ternyata harus memikul beban utang warisan dari periode pemerintahan sebelumnya sebesar Rp470 miliar. Namun, kewajiban bernilai ratusan miliar tersebut berhasil dilunasi penuh hanya dalam kurun waktu satu tahun anggaran.

Penyelesaian utang ini dilakukan di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang tidak berlebih, bahkan diwarnai pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Strategi kuncinya terletak pada upaya menggenjot sektor pendapatan asli daerah.

"Anggarannya sama, bahkan ada pemotongan. Tetapi, kami tingkatkan dengan pendapatan. Artinya, anggarannya sama, tetapi hasilnya berbeda," jelasnya.

Sejalan dengan pembenahan birokrasi dan infrastruktur, roda perekonomian Pekanbaru juga terus bergerak. Tercatat, pertumbuhan ekonomi daerah ini menyentuh angka 7,39 persen pada triwulan kedua tahun 2026. Angka tersebut didorong oleh sektor padat karya yang langsung bersentuhan dengan masyarakat luas.

Agung menilai pertumbuhan ekonomi sejati tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik berskala besar yang digerakkan pemodal. "Kalau padat modal, banyak investasi, misalnya membangun pabrik. Anggarannya besar tetapi dinikmati hanya sebagian orang di pabrik itu sendiri. Tapi Kota Pekanbaru pertumbuhannya didukung oleh padat karya," paparnya.

Untuk memastikan perputaran uang tetap berada di dalam kota, pemerintah mengeluarkan kebijakan spesifik terkait pencairan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Tujuannya agar daya beli aparatur sipil negara (ASN) turut menggerakkan roda bisnis dan usaha lokal milik warga setempat.

"Gunanya untuk apa? Pegawai wajib membelanjakan uangnya di Kota Pekanbaru. Sehingga, perputaran ekonomi ada," tekannya.

Meski mencatatkan sejumlah capaian, Agung menolak jika keberhasilan tersebut hanya dialamatkan kepada dirinya dan Markarius Anwar. Seluruh kemajuan itu merupakan hasil kerja keras kolektif seluruh lini, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, ASN, hingga dukungan penuh elemen masyarakat.

"Tanpa kepala dinas, tanpa camat, tanpa lurah, dan tanpa ASN Kota Pekanbaru, pemerintahan ini tidak bisa berjalan secepat ini," pungkasnya. ***

wwwwww