Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Bernando Taveres Soroti Lini Belakang Persebaya

Bernando Taveres Soroti Lini Belakang Persebaya
Laga Persebaya Surabaya imbang 1-1 lawan Garudayaksa FC. (Ileague.id)
Senin, 21 September 2026 18:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Persebaya Surabaya harus menutup laga pekan ketiga Super League 2026/2027 dengan hasil imbang 1-1 saat menjamu Garudayaksa FC di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) lalu.

Persebaya menyisakan pekerjaan rumah di lini belakang yang menjadi sorotan pelatih Bernardo Tavares dalam koordinasi pemain ketika menghadapi situasi bola mati.

Gol Garudayaksa FC terlahir dari situasi set piece yang menurutnya, pertahanan Persebaya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencegah proses tersebut berkembang menjadi gol.

“Kami kebobolan melalui set pieces. Saat situasi sepak pojok pendek, lini pertahanan kami tidak bergerak maju secara serempak. Kami seharusnya lebih agresif dalam menekan pemain yang menguasai bola,” ujar pelatih asal Portugal itu.

“Sayangnya, kami membiarkan mereka melepaskan umpan ke tiang jauh yang berujung gol. Itulah peluang yang mereka miliki di babak kedua,” imbuhnya.

Meski kecewa dengan gol yang bersarang di gawang Persebaya, Tavares menilai lawan tidak banyak mendapatkan kesempatan pada babak kedua.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hasil imbang terasa mengecewakan bagi mantan pelatih PSM Makassar itu. Persebaya dinilai mampu mengontrol sejumlah aspek pertandingan, tetapi satu kelengahan membuat kemenangan yang sudah berada dalam jangkauan akhirnya lepas.

Atas hasil tersebut menempatkan Persebaya di posisi ke-7 klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan perolehan lima poin dari satu kemenangan dan dua kali imbang. Kini Persebaya tidak ingin mengulangi kesalahan serupa ketika kembali menjalani pertandingan setelah jeda internasional.

"Saya meminta maaf kepada Bonek dan Bonita. Tentunya hasil yang tidak kita inginkan ini, tetapi kita akan kerja keras dan memperbaiki di pertandingan selanjutnya. Terima kasih," pungkas pemain Persebaya Toni Firmansyah. ***

wwwwww