Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Parlemen

Enam Bulan Rahasiakan Pengunduran Diri, Nusron Wahid Kini Lepas Jabatan di Golkar

Enam Bulan Rahasiakan Pengunduran Diri, Nusron Wahid Kini Lepas Jabatan di Golkar
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), Nusron Wahid.
Minggu, 20 September 2026 17:20 WIB

JAKARTA - Keputusan penanggalan jabatan datang dari jajaran elite Partai Golkar, dimana Nusron Wahid memilih untuk mundur dari struktur kepengurusan pusat. Langkah penyerahan mandat ini baru mencuat ke publik meski prosesnya telah dieksekusi sejak beberapa bulan lalu.

Dialog Kekeluargaan dengan Ketum

Berdasarkan konfirmasi dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, proses pengunduran diri tersebut berjalan mulus. Nusron yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian kepengurusan 2024-2029, secara jantan menemui Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia.

"Ya. Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum," beber Sarmuji, Sabtu (19/9/2026).

Fokus di Luar Arena Struktural

Keputusan mundur dari kursi manajerial partai dikonfirmasi tidak memengaruhi ikatan politis Nusron. Ia ditegaskan tidak menyeberang ke haluan lain dan tetap menjadi bagian dari barisan kader Golkar.

"Ya beliau tetap menjadi anggota Golkar," sebutnya mempertegas status hukum sang kolega di internal partai.

Mengenai akar penentu di balik kepergiannya dari pos kepengurusan harian, elite Golkar mengaku tidak memiliki informasi detail. Sarmuji menduga langkah tersebut diambil karena ada agenda lain yang membutuhkan konsentrasi penuh.

"Saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin ingin fokus ke hal lain," tukasnya singkat.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Parlemen
wwwwww