Isu Intimidasi Warnai Kasus Kekerasan di Senayan City, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya
![]() |
| Beredar viral di media sosial video aksi seorang wanita ditendang oleh pria yang duduk di belakangnya di dalam area Mal Senayan City, Tanah Abang, Jakarta Pusat.(Instagram/etenmichael_) |
JAKARTA - Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan aksi arogan seorang pria menendang punggung pengunjung perempuan hingga tersungkur di area kuliner Senayan City berujung pada penangkapan. Terduga pelaku kekerasan tersebut kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum, tepat di saat kepolisian juga tengah sibuk menepis isu liar mengenai intimidasi terhadap korban.
Penelusuran pihak berwajib atas insiden yang terjadi pada hari libur akhir pekan lalu itu akhirnya membuahkan hasil dengan diringkusnya seorang pria paruh baya.
Penyergapan Terduga Pelaku di Penjaringan
Berbekal identifikasi dari rekaman yang beredar luas, Tim Opsnal Subdit IV Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyisir wilayah Jakarta Utara. Penyergapan dilakukan pada Jumat (18/9/2026) pagi buta, sekitar pukul 03.55 WIB di kawasan Penjaringan. Dari operasi tersebut, polisi menangkap pria berinisial R (44).
"Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian," papar Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, Jumat.
Guna melengkapi berkas perkara dan mengungkap alasan di balik penyerangan tersebut, penyidik telah memanggil dan meminta keterangan dari empat orang saksi yang berada di lokasi kejadian.
Mengurai Desas-desus Teror di Media Sosial
Di tengah proses hukum terhadap R, muncul narasi baru di media sosial yang menyebutkan bahwa proses peradilan terancam mandek. Sejumlah akun di jejaring Threads, seperti @naomiassread dan @pratiwiatmaa, menyebarkan informasi yang mengklaim bahwa korban menerima rentetan teror dari pihak Senayan City.
Akun-akun yang mengaku mengenal korban itu menuding adanya penyebaran data pribadi berupa nomor telepon kepada oknum yang menyamar sebagai polisi gadungan. Kondisi ini diklaim membuat perempuan tersebut ketakutan untuk memperkarakan insiden itu lebih lanjut.
Bantahan Tegas Penyidik Polda Metro Jaya
Merespons kehebohan di dunia maya, AKBP Abdul Rahim segera meluruskan fakta pada Sabtu (19/9/2026). Ia memastikan bahwa timnya telah melakukan verifikasi silang secara langsung kepada korban mengenai kabar intimidasi tersebut.
"Yang pasti, berdasarkan hasil pemeriksaan kami terhadap korban, korban katakan tidak ada kalau dari Sency-nya teror," bantahnya mewakili temuan penyidik.
Ia menegaskan tidak pernah ada keluhan mengenai teror yang disampaikan korban selama pemeriksaan. Lebih lanjut, institusinya juga berkomitmen untuk menjamin keamanan perempuan malang tersebut.
"Kalau terkait dengan menjamin perlindungannya pasti dong, pasti kami jamin itu perlindungan korban," tandasnya.
Detik-detik Terjadinya Kekerasan
Insiden penganiayaan ini memicu kemarahan publik setelah rekaman CCTV-nya tersebar. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) saat korban yang mengenakan pakaian putih sedang antre memesan makanan di salah satu gerai.
Secara mendadak, R yang berdiri tepat di belakang korban mengangkat kakinya dan menendang punggung perempuan itu. Korban seketika terjatuh menabrak pengunjung lain, sementara R justru terlihat meneriakinya. Korban yang tampak terkejut dan kebingungan sempat melihat ke sekeliling sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan area tersebut.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |








