Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

'Ngarang-Ngarang Aja', Gelak Tawa Dirjen Bea Cukai Tepis Isu Friksi Jelang Lengsernya Purbaya

Ngarang-Ngarang Aja, Gelak Tawa Dirjen Bea Cukai Tepis Isu Friksi Jelang Lengsernya Purbaya
Menteri Keuangan Periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa.
Selasa, 15 September 2026 17:50 WIB

JAKARTA - Lengsernya Purbaya Yudhi Sadewa dari tampuk pimpinan Kementerian Keuangan mengungkap kepingan fakta baru. Mantan bendahara negara itu secara blak-blakan membenarkan adanya korelasi antara pemberhentiannya dengan kebijakan perombakan ratusan pegawai pajak yang ia gulirkan dalam reshuffle sebelumnya.

Hak Prerogatif dan Panggilan Mensesneg

Pengakuan ini terlontar dari Purbaya sesaat setelah acara serah terima jabatan (sertijab) kepada Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan, Selasa (15/9/2026). Ketika ditanya soal mutasi pegawai pajak yang santer dikaitkan dengan posisinya, ia memberikan jawaban afirmasi.

"Sebagian ada," jawabnya ringkas.

Ia menolak menjabarkan lebih jauh mengenai hal lain yang melatari pencopotan tersebut, mengingat urusan pergantian menteri adalah mutlak kewenangan presiden.

"Itu kan hak prerogatif Presiden, kita ikutin aja," sebutnya.

Isu yang menyebutkan adanya pembelotan kebijakan juga langsung ia redam. Purbaya menjamin seluruh arah kerja kementerian selalu mematuhi pedoman kepala negara.

"Nggak. Kan kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan Presiden. Aman lah itu," tuturnya.

Meski mendadak, ia tidak sepenuhnya terkejut. Hitung-hitungan peluang dirinya diganti sudah membayang di angka 50:50, hingga akhirnya ia menerima panggilan telepon dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang membawa kepastian tersebut.

"Ya, kita udah hitung-hitung kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu," lanjutnya.

Dirjen Bea Cukai Tepis Isu Pecah Kongsi

Bersamaan dengan momen tersebut, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama turut meluruskan kabar miring mengenai ketegangannya dengan Purbaya.

"Kata siapa? Ngarang-ngarang aja," kilahnya.

Dengan gelak tawa, ia mementahkan semua spekulasi adanya perpecahan atau konflik di tubuh kementerian selama masa jabatan Purbaya.

"Siapa bilang? Ngaco-ngaco aja. Nggak benar, bohong," tepisnya.

Menyambut Suahasil sebagai pemimpin baru, Djaka menaruh harapan agar kinerja pengelolaan anggaran tidak terganggu oleh masa transisi.

"Harapannya ke depan Kementerian Keuangan bisa selalu menjaga APBN dengan baik," ujarnya.

Langkah Strategis Suahasil Usai Dilantik

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan akan menelusuri secara saksama terkait perombakan di jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang sebelumnya diteken oleh Purbaya. Hal ini ia sampaikan usai pelantikan di Istana Negara, Senin (14/9/2026).

"Nanti kita lihat, tapi kemarin memang ada pelantikan minggu lalu dan tentu nanti kita akan lihat pelantikan seperti apa, keputusan Menteri Keuangan seperti apa dan kita akan tindaklanjuti dari situ," jelas Suahasil.

Amanat Jaga Kesehatan APBN

Sebagai komandan baru bagi 77 ribu pegawai di instansi tersebut, Suahasil memprioritaskan kelanjutan kebijakan strategis dan stabilitas ekonomi nasional.

"Kementerian Keuangan sebagai kementerian yang sangat besar, 77 ribu pegawai, tentu bekerja di seluruh Indonesia untuk bisa menumbuhkan ekonomi dan juga menstabilkan ekonomi Indonesia," tekannya.

Transisi dari Purbaya akan dikoordinasikan secara menyeluruh agar mandat Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kredibilitas keuangan negara dan mendanai program prioritas dapat dieksekusi dengan baik. Legalitas Suahasil bertugas berpijak pada Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024-2029, yang diteken pada 14 September 2026.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww