Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kuliner

Geser Batas Perilaku, Menlu Denmark Tegur Rusia Usai Insiden Udara Laut Baltik

Geser Batas Perilaku, Menlu Denmark Tegur Rusia Usai Insiden Udara Laut Baltik
Ilustrasi - Kapal perang Rusia (dok. Russian Defence Ministry/Handout via REUTERS)
Selasa, 15 September 2026 17:16 WIB

KOPENHAGEN - Duta Besar Rusia untuk Denmark secara resmi dipanggil oleh otoritas setempat menyusul aksi nekat sebuah kapal fregat mereka di Laut Baltik. Kapal perang tersebut diketahui melontarkan suar piroteknik yang nyaris menghantam badan helikopter Angkatan Udara Denmark di kawasan perairan internasional.

Bahayakan Keselamatan Penerbangan Militer

Menteri Luar Negeri Denmark, Lar Lokke Rasmussen tidak menutupi kegeramannya atas peristiwa yang terjadi di lepas pantai Gedser tersebut. Ia memandang aksi melepaskan suar ke arah armada udara sebagai bentuk provokasi fisik.

"Hal ini sama sekali tidak dapat diterima dan dapat membahayakan nyawa manusia," sergah Rasmussen, Selasa (15/9/2026).

Pemerintah Denmark bersikeras mempertahankan kebebasan navigasi maritim yang aman. Namun, Rasmussen melihat ada kecenderungan armada Moskow mulai memprovokasi aturan kelaziman di perairan tersebut.

"Dari pihak kami, Denmark berupaya memastikan bahwa semua pelayaran dapat melintas dengan aman di perairan Denmark, tetapi Rusia secara bertahap menggeser batasan mengenai apa yang mereka anggap sebagai perilaku yang dapat diterima," urainya.

Guna melayangkan keberatan resmi, ia memutuskan untuk langsung bertatap muka dengan perwakilan pemerintah Rusia di Kopenhagen.

"Oleh karena itu, saya telah memanggil Duta Besar Rusia untuk membahas insiden tersebut," imbuhnya.

Insiden Beruntun di Wilayah Baltik

Ketegangan diplomatik ini berakar dari misi penerbangan yang dijalankan helikopter Fennec Denmark pada Senin (13/9/2026). Menurut laporan Komando Pertahanan Denmark, helikopter tersebut sedang melakukan pengumpulan data fotografis terhadap sebuah kapal tempur Rusia.

"Salah satu helikopter Fennec milik Angkatan Udara hari ini ditembaki dengan suar saat sedang melakukan operasi fotografis rutin terhadap sebuah kapal fregat Rusia, yang berada di perairan internasional di lepas pantai Gedser," rincinya pada Senin malam.

Alih-alih membiarkan helikopter menjalankan misi terbangnya, kapal fregat membalas dengan dua tembakan suar.

"Dua suar ditembakkan ke arah helikopter. Salah satu suar melintas dalam jarak sangat dekat dengan helikopter," lapor pihak Angkatan Bersenjata.

Peristiwa di perairan lepas pantai Gedser ini turut diwarnai insiden terpisah di negara tetangganya, Lithuania. Pada hari yang sama, sebuah pesawat tak berawak milik asing dilumpuhkan oleh jet tempur aliansi pertahanan NATO, mempertegas situasi keamanan yang rentan di sisi timur Eropa. Kedutaan Besar Rusia sendiri masih memilih diam terkait insiden penembakan suar tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww