Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

BNPB Catat Udara Berbahaya di Kalteng, DPR Sayangkan Ultah Istri Gubernur

BNPB Catat Udara Berbahaya di Kalteng, DPR Sayangkan Ultah Istri Gubernur
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran dan istrinya, Aisyah Thisia (27) yang dikecam netizen, gara-gara peringatan ultah ketika warga Kalteng hidup susah karena karhutla. (foto: tangkapan layar instagram/@thisia.halijam).
Kamis, 03 September 2026 11:16 WIB

JAKARTA - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih berlangsung intensif melibatkan ribuan personel gabungan. Di tengah situasi krisis ini, perayaan ulang tahun ke-27 istri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Aisyah Thisia Bianty, pada 21 Agustus menuai reaksi beragam dari masyarakat dan legislator.

Reaksi publik mulai muncul setelah foto-foto kegiatan tersebut diunggah oleh akun Instagram @watie.tiq. Unggahan itu menyebar ke platform Threads dan TikTok, memicu komentar warganet yang mengaitkan acara tersebut dengan kondisi udara setempat. "Masyarakat Kalteng lagi menghirup abu. Ibu Gubernurnya liburan dong," keluh seorang warganet merespons perayaan itu.

Kritik dari Senayan

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai NasDem, Ujang Bey turut menyoroti hal ini. Ia menggarisbawahi perlunya empati dari para pejabat daerah di tengah penderitaan warga yang terdiri dari lansia, bayi, dan balita akibat paparan asap.

"Karena hal itu bisa mengusik rasa ketimpangan dalam masyarakat. Saya harap, kita semua harus bisa bercermin pada kejadian-kejadian sebelumnya dan mampu menahan diri," terang Ujang di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, era digital membuat aktivitas pejabat sangat mudah dipantau publik. "Saya kira dalam situasi semacam itu diperlukan sense of crisis ketika menyikapi suatu keadaan. Apalagi saat ini melalui kecepatan informasi media sosial, masyarakat sudah peka melihat tindak tanduk pejabat maupun keluarganya," tambahnya.

Status Darurat Asap

Fakta di lapangan menunjukkan situasi kebencanaan yang serius. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengonfirmasi bahwa berdasarkan data per Selasa (1/9/2026), kualitas udara di Kalteng masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya. Jarak pandang pun terbatas hanya sekitar 3 kilometer akibat dari 50 titik api yang termonitor per 1 September.

Operasi pemadaman digencarkan di 10 kabupaten/kota yang menjadi prioritas, meliputi Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

"Untuk Satgas Darat, jumlah personel yang dikerahkan sebesar 10.700 orang dengan luas yang dipadamkan sebesar 48 hektare lebih. Sedangkan Satgas Udara dilakukan dengan 2 armada dengan operasi 3 jam sampai 12 menit," jelas Berton dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026).

Sebagai langkah tambahan, Satgas Udara telah menempuh Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Intervensi cuaca ini dilakukan satu kali dengan menyemai 800 kilogram garam selama 2 jam 8 menit untuk mempercepat proses pemadaman api. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww