Jasad Ditemukan Berbusa, Keluarga Desak Hasil Forensik Kematian Sutrimo
![]() |
| Pengacara keluarga, Aan Rohaeni di area pemakamam Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Selasa (11/8/2026) sore. (foto: kompas.com) |
JAKARTA - Kematian Sutrimo di halaman sebuah bekas klinik kecantikan di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih dalam tahap penyidikan kepolisian. Pihak keluarga hingga saat ini belum menerima rilis resmi mengenai penyebab hilangnya nyawa korban.
Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni menyampaikan pihak keluarga terus mendesak agar hasil pemeriksaan forensik segera dibuka ke publik. "Setiap hari pihak keluarga juga bertanya, tadi sore ibu Sutrimo bertanya ke saya apakah sudah ada hasilnya," bebernya, Sabtu (29/8/2026). Ia mengaku telah berkoordinasi dengan penyidik, namun mendapat jawaban bahwa dokumen ekshumasi belum lengkap.
Penemuan Jasad Berbusa
Berdasarkan dokumentasi foto yang beredar saat kejadian, almarhum ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Mengetahui kejadian tersebut, empat orang segera membawa jasad Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring dengan dibalut selimut berwarna biru.
Salah satu dari empat orang yang mengevakuasi jasad korban diketahui merupakan staf Kejaksaan Agung (Kejagung) bernama Febrio Adiono. Tidak ada tanda kekerasan fisik luar yang terlihat pada tubuh korban saat itu.
Status Pekerjaan Korban
Sutrimo tercatat bekerja sebagai penjaga rumah untuk mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Febrie sendiri belakangan terseret dalam pusaran kasus TPPU PT Asabri.
Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Firman Wijaya membenarkan hubungan kerja tersebut, namun ia menampik jika korban disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga). "Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana," terangnya, Rabu (12/8/2026).
Untuk memecahkan kasus ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyebut jajarannya sudah memintai keterangan puluhan orang. "Yang pasti, sampai detik ini dalam proses penyidikan ada 27 saksi yang diperiksa," tandasnya, Senin (24/8/2026). Budi menyatakan hasil uji laboratorium terkait kemungkinan kandungan racun akan disampaikan langsung oleh dokter forensik dalam waktu dekat.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kompas.com |
| Kategori | : | Kampus, Warga Bertuah |









