Buntut Asap Karhutla Lintas Negara, Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik
![]() |
| Sistem Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan 10 wilayah di Sarawak dan Melaka mencatat indeks pencemaran udara (API) dalam kategori tidak sehat. (Foto: Tangkapan layar APIMS) |
JAKARTA - Sepuluh wilayah di Sarawak dan Melaka mencatatkan indeks pencemaran udara dalam kategori tidak sehat akibat paparan kabut asap lintas batas. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Malaysia berencana melayangkan surat resmi kepada Indonesia serta Sekretariat ASEAN untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System hingga pukul 11.50 WIB pada Sabtu (22/8/2026), Distrik Kuching mencatat angka tertinggi yaitu 185. Wilayah lain yang terdampak meliputi Samarahan di angka 177, Sarikei 174, Sri Aman 173, Sibu 163, Mukah 157, Bintulu 157, Samalaju 156, Miri 151, dan Bukit Rambai di Melaka 152. Indeks antara 101 hingga 200 dalam sistem pengukuran setempat masuk pada kategori tidak sehat.
Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan menegaskan bahwa pemerintah memandang serius permasalahan lingkungan ini. Ia menyampaikan bahwa Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia, Arthur Joseph Kurup akan mengirimkan surat kepada menteri terkait di Indonesia sebagai langkah awal dari penyelesaian masalah ini.
Isu kabut asap ini juga dibawa ke tingkat regional. Pemerintah Malaysia menjadwalkan pengiriman surat aduan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam waktu dekat agar proses koordinasi antarnegara berjalan lebih terarah.
"Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas," jelasnya terkait alasan pelibatan lembaga regional tersebut.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Kuliner, Warga Bertuah |








