Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kuliner

Buntut Asap Karhutla Lintas Negara, Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik

Buntut Asap Karhutla Lintas Negara, Malaysia Tempuh Jalur Diplomatik
Sistem Air Pollutant Index Management System (APIMS) menunjukkan 10 wilayah di Sarawak dan Melaka mencatat indeks pencemaran udara (API) dalam kategori tidak sehat. (Foto: Tangkapan layar APIMS)
Sabtu, 22 Agustus 2026 15:06 WIB

JAKARTA - Sepuluh wilayah di Sarawak dan Melaka mencatatkan indeks pencemaran udara dalam kategori tidak sehat akibat paparan kabut asap lintas batas. Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Malaysia berencana melayangkan surat resmi kepada Indonesia serta Sekretariat ASEAN untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data Air Pollutant Index Management System hingga pukul 11.50 WIB pada Sabtu (22/8/2026), Distrik Kuching mencatat angka tertinggi yaitu 185. Wilayah lain yang terdampak meliputi Samarahan di angka 177, Sarikei 174, Sri Aman 173, Sibu 163, Mukah 157, Bintulu 157, Samalaju 156, Miri 151, dan Bukit Rambai di Melaka 152. Indeks antara 101 hingga 200 dalam sistem pengukuran setempat masuk pada kategori tidak sehat.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan menegaskan bahwa pemerintah memandang serius permasalahan lingkungan ini. Ia menyampaikan bahwa Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Alam Malaysia, Arthur Joseph Kurup akan mengirimkan surat kepada menteri terkait di Indonesia sebagai langkah awal dari penyelesaian masalah ini.

Isu kabut asap ini juga dibawa ke tingkat regional. Pemerintah Malaysia menjadwalkan pengiriman surat aduan kepada Sekretaris Jenderal ASEAN dalam waktu dekat agar proses koordinasi antarnegara berjalan lebih terarah.

"Mekanisme ASEAN lebih efektif untuk memastikan Sekretariat ASEAN dapat mengoordinasikan upaya bersama antara Malaysia dan Indonesia dalam menangani sumber kebakaran hutan yang berkontribusi terhadap pencemaran udara lintas batas," jelasnya terkait alasan pelibatan lembaga regional tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kuliner, Warga Bertuah
wwwwww