Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
4 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
4 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Orang Kaya Dilarang Pakai Pertalite, Pemerintah Kaji Aturan Pembatasan

Orang Kaya Dilarang Pakai Pertalite, Pemerintah Kaji Aturan Pembatasan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Kamis, 20 Agustus 2026 14:59 WIB

JAKARTA - Distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar tengah dievaluasi secara menyeluruh oleh pemerintah pusat. Masyarakat yang masuk dalam kategori kelompok dengan tingkat kesejahteraan tinggi, yakni desil 9 dan 10, dipastikan akan masuk dalam radar pembatasan pembelian.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa esensi subsidi negara dirancang khusus untuk menjaga daya beli kelompok masyarakat menengah ke bawah.

"Kalau desil 9-10 itu kan seperti saya, seperti Pak Ketua Asosiasi, mobil saya masa kita pakai subsidi, yang kaya-kaya yang sudah mampu itu jangan ngambil hak rakyat lah, kira-kira begitu," papar Bahlil usai menghadiri pameran panas bumi di Jakarta Convention Center, Rabu (19/8/2026).

Mekanisme Transisi di Lapangan

Meski wacana pembatasan bagi kelas atas sudah digulirkan, Bahlil memastikan pelayanan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih berjalan normal tanpa perubahan regulasi mendadak.

"Pembatasan Pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini jalan," terangnya.

Hingga saat ini, regulasi pembatasan yang berlaku di lapangan masih bersandar pada jenis serta dimensi kendaraan bermotor konsumen, bukan pada status ekonomi pemiliknya.

"Kan untuk bus, truk itu kan 200 liter per hari, tapi kalau yang untuk kendaraan-kendaraan yang biasa itu 50 liter. Masih seperti itu aja," imbuhnya.

Efisiensi Kas Negara

Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan keuntungan finansial dari kebijakan selektif ini. Ia memproyeksikan penghentian aliran BBM bersubsidi ke kelompok desil 10 mampu mengamankan 10 persen dari total beban subsidi energi.

"Mungkin akan coba nanti beberapa bulan ke depan yang desil 10 kita batasi dulu. Nanti ada penghematan, tapi kita masih hitung. Ambil flat-nya sepersepuluh," beber Purbaya usai Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Tahun ini, instrumen ketahanan energi nasional menyedot porsi APBN yang sangat besar. Pemerintah harus menyiapkan Rp 381,3 triliun yang dialokasikan dalam bentuk subsidi reguler senilai Rp 210,1 triliun ditambah dana kompensasi energi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww