Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
40 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  Kuliner

Trump Tolak Dialog dengan Iran, Selat Hormuz Diklaim Milik Amerika Serikat

Trump Tolak Dialog dengan Iran, Selat Hormuz Diklaim Milik Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Rabu, 19 Agustus 2026 12:39 WIB

WASHINGTON - Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump memastikan bahwa saluran diplomasi dengan Iran benar-benar tertutup untuk saat ini. Ia secara terbuka menyatakan tidak ada jadwal perundingan atau pembicaraan yang sedang berlangsung untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Hal tersebut diungkapkan Trump lewat akun Truth Social pada Rabu (19/8/2026). Dalam pernyataannya, ia juga menegaskan bahwa status blokade maritim yang menyasar pelabuhan-pelabuhan Iran tidak mengalami pelonggaran.

"Tidak ada perundingan atau pembicaraan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran," ungkapnya.

Selain membahas soal negosiasi, Trump menyoroti kondisi Selat Hormuz. Ia menyampaikan bahwa jalur laut tersebut telah dibersihkan dari ranjau sehingga aman untuk dilewati, meski pada kenyataannya kapal yang melintas harus mendapat izin dari pihak militer.

"Blokade laut tetap berlaku penuh. Selat Hormuz terbuka dan beroperasi," jelasnya.

Sehari sebelumnya, Trump sempat melontarkan ide untuk menjadikan selat yang terletak di antara Iran dan Oman itu sebagai bagian dari wilayah Amerika Serikat. Ia mewujudkan gagasan itu dengan mengunggah peta yang melabeli Selat Hormuz sebagai wilayah baru AS.

"Maksud saya, kita mengendalikannya," tuturnya.

Ia merasa yakin bahwa blokade yang diterapkan selama ini sudah cukup membuktikan dominasi kendali Amerika Serikat di pintu masuk Teluk Arab tersebut.

"Kita mengendalikannya dengan memblokade, tapi saya menyukai gagasan untuk mendeklarasikannya sebagai wilayah," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kuliner
wwwwww