[UPDATE] Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Pastikan Pesisir NTT Aman dari Kenaikan Air Laut
![]() |
| Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto saat menggelar konferesni pers terkait gempa yang terjadi NTT. (Istimewa) |
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menghentikan status peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Pencabutan status ini dilakukan setelah hasil pemantauan infrastruktur peringatan dini di pesisir menunjukkan kondisi aman.
Penghentian peringatan ditetapkan pada pukul 07.30 WIB. Keputusan tersebut diambil usai instansi terkait memantau observasi tide gauge di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan stabilitas manajemen risiko bencana perairan.
"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi tinggi muka air laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan," urai Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama.
Kronologi Peringatan Dini
Sistem mitigasi bencana BMKG mencatat rangkaian peringatan sejak awal gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB. Peringatan dini pertama langsung dipancarkan dalam hitungan menit untuk mengamankan warga di area pesisir.
"Peringatan dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05.00.39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi," jelasnya.
Menyusul peringatan pertama, BMKG mengeluarkan peringatan kedua pada pukul 05.09.56 WIB. Pembaruan informasi terus dilakukan hingga empat kali melalui peringatan dini ketiga untuk menyesuaikan parameter geofisika dan ketinggian muka air laut. Peringatan dini pengakhiran akhirnya diterbitkan 2 jam 31 menit setelah guncangan utama.
Puluhan Gempa Susulan Catat Getaran Kuat
Meskipun ancaman tsunami telah berakhir, aktivitas seismik di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil. Hingga pukul 07.07 WIB, instrumen pendeteksi mencatat adanya 37 gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo 3,6 hingga 6,2.
Guncangan utama sebelumnya memicu dampak signifikan di berbagai titik. Intensitas VII MMI, yang menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi baik, dilaporkan terjadi di Aesesa, Riung, dan Kota Ende.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak," imbaunya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | liputan6.com |
| Kategori | : | Kampus |








![[UPDATE] Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Pastikan Pesisir NTT Aman dari Kenaikan Air Laut](https://static.wartapku.com/assets/news/15082026/gosumbarcom_rpest_80544.jpg)
