Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
22 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
58 menit yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Home  /  Berita  /  Kampus

[UPDATE] Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Pastikan Pesisir NTT Aman dari Kenaikan Air Laut

[UPDATE] Peringatan Tsunami Berakhir, BMKG Pastikan Pesisir NTT Aman dari Kenaikan Air Laut
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto saat menggelar konferesni pers terkait gempa yang terjadi NTT. (Istimewa)
Sabtu, 15 Agustus 2026 17:25 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menghentikan status peringatan dini tsunami usai gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Pencabutan status ini dilakukan setelah hasil pemantauan infrastruktur peringatan dini di pesisir menunjukkan kondisi aman.

Penghentian peringatan ditetapkan pada pukul 07.30 WIB. Keputusan tersebut diambil usai instansi terkait memantau observasi tide gauge di sejumlah wilayah terdampak untuk memastikan stabilitas manajemen risiko bencana perairan.

"Dengan memperhatikan kondisi terkini terkait dengan hasil observasi tinggi muka air laut di wilayah terdampak, tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan," urai Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama.

Kronologi Peringatan Dini

Sistem mitigasi bencana BMKG mencatat rangkaian peringatan sejak awal gempa terjadi pada pukul 04.58.23 WIB. Peringatan dini pertama langsung dipancarkan dalam hitungan menit untuk mengamankan warga di area pesisir.

"Peringatan dini 1 telah diterbitkan pada pukul 05.00.39 WIB atau 2 menit 16 detik setelah gempa bumi," jelasnya.

Menyusul peringatan pertama, BMKG mengeluarkan peringatan kedua pada pukul 05.09.56 WIB. Pembaruan informasi terus dilakukan hingga empat kali melalui peringatan dini ketiga untuk menyesuaikan parameter geofisika dan ketinggian muka air laut. Peringatan dini pengakhiran akhirnya diterbitkan 2 jam 31 menit setelah guncangan utama.

Puluhan Gempa Susulan Catat Getaran Kuat

Meskipun ancaman tsunami telah berakhir, aktivitas seismik di wilayah tersebut belum sepenuhnya stabil. Hingga pukul 07.07 WIB, instrumen pendeteksi mencatat adanya 37 gempa bumi susulan (aftershock) dengan rentang magnitudo 3,6 hingga 6,2.

Guncangan utama sebelumnya memicu dampak signifikan di berbagai titik. Intensitas VII MMI, yang menyebabkan kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi baik, dilaporkan terjadi di Aesesa, Riung, dan Kota Ende.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hindari bangunan yang retak atau rusak," imbaunya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kampus
wwwwww