Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kuliner

Gandeng Oman Kelola Hormuz, Iran Tetap Tuntut Ganti Rugi Amerika

Gandeng Oman Kelola Hormuz, Iran Tetap Tuntut Ganti Rugi Amerika
Selat Hormuz (Foto: REUTERS/Stringer)
Senin, 10 Agustus 2026 14:39 WIB

JAKARTA - Jalur perairan Selat Hormuz dipastikan tidak akan beroperasi penuh hingga Amerika Serikat menuntaskan kewajiban kompensasi perang dan deretan tuntutan lainnya kepada Garda Revolusi Islam Iran. Penutupan rute pengiriman energi ini terbukti telah mengacaukan mekanisme pasar dan memicu lonjakan harga.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah menetapkan daftar persyaratan tersebut pada Sabtu (8/8/2026). Poin-poin yang diminta meliputi penghentian perang di segala front, pencabutan sanksi, pembukaan blokade pelabuhan Iran, pencairan aset yang dibekukan, serta ganti rugi kerusakan perang. Daftar ini mempertegas ketentuan perjanjian Juni lalu mengenai ketersediaan dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar bagi Teheran.

Iran bersikeras mempertahankan penguasaan Selat Hormuz pascalaga dan berencana menarik biaya pelayaran dari kapal-kapal komersial. Mereka bahkan tercatat berulang kali menyerang armada yang dinilai mencoba memutar dari rute yang diinginkan. Garda Revolusi pada Minggu (9/8/2026) mendeklarasikan keberlanjutan taktik penutupan ini. "Sampai musuh menerima semua syarat kami, selat tersebut sekarang benar-benar menjadi medan perang bagi kami dan bukan hanya jalur perairan," tegasnya.

Menghadapi sikap tersebut, Presiden AS Donald Trump pada Minggu (9/8/2026) mengutarakan pandangannya lewat wawancara dengan Axios. "Kita bersikap tenang," sebutnya.

Trump memilih untuk memperhatikan kondisi internal Iran ketimbang merespons secara reaktif. "Kita hanya setengah bernegosiasi dengan mereka. Kita hanya mengamati Iran dengan inflasi yang sangat tinggi dan fakta bahwa mereka tidak memiliki uang," jelasnya. Ia meyakini taktik santai ini bernilai strategis. "Ini akan berhasil, ini seperti permainan catur," tambahnya.

Di ranah diplomatik, Oman saat ini berperan sebagai mediator regional untuk membahas pengelolaan Selat Hormuz bersama Teheran. Fokus perundingan mencakup penyusunan aturan hukum serta mekanisme pelayaran baru yang memuat penentuan rute navigasi sementara untuk jangka panjang. Walau negosiasi ini berjalan, pejabat Iran mengingatkan bahwa kesepahaman dengan Oman tidak menjamin selat tersebut akan langsung dibuka kembali secara total.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww