Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Status Siaga Kekeringan Gunungkidul, Warga Diimbau Hemat Air Bersih

Status Siaga Kekeringan Gunungkidul, Warga Diimbau Hemat Air Bersih
Distribusi bantuan air bersih di lokasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul.
Sabtu, 08 Agustus 2026 14:50 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih memberlakukan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan. Kebijakan ini diambil menyusul tercatatnya 75.486 jiwa yang kini kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono menerangkan bahwa perluasan area terdampak kemarau membuat cadangan air semakin kritis. Mengingat prediksi musim kemarau yang baru akan berakhir pada bulan November, ia meminta warga memprioritaskan air yang ada hanya untuk kebutuhan pokok.

"Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, dan mencuci," pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa batas waktu siaga darurat yang ditetapkan hingga akhir Agustus sangat mungkin mengalami penyesuaian seiring dengan perkembangan cuaca.

"Status berakhir 31 Agustus, ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," paparnya.

Tingginya angka warga terdampak mengharuskan BPBD terjun langsung ke lapangan setiap hari. Sub-Koordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul, Arief Prasetyo menyebutkan penyaluran bantuan menjadi satu-satunya solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kondisi ini menyebabkan setiap hari ada bantuan air ke masyarakat," jelasnya, Sabtu (8/8/2026).

Dari pendataan BPBD, krisis ini telah berimbas pada 24.062 Kepala Keluarga (KK) di 311 padukuhan yang masuk dalam kawasan 58 kelurahan. Hampir seluruh wilayah Gunungkidul merasakan dampak kekeringan, menyisakan Kapanewon Karangmojo dan Playen sebagai dua daerah yang dinilai masih aman.

"Untuk 16 kapanewon lain di Gunungkidul sudah terdampak karena telah mendapatkan bantuan air bersih," tandas Arief. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww