Status Siaga Kekeringan Gunungkidul, Warga Diimbau Hemat Air Bersih
![]() |
| Distribusi bantuan air bersih di lokasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. |
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih memberlakukan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kekeringan. Kebijakan ini diambil menyusul tercatatnya 75.486 jiwa yang kini kesulitan mendapatkan akses air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Purwono menerangkan bahwa perluasan area terdampak kemarau membuat cadangan air semakin kritis. Mengingat prediksi musim kemarau yang baru akan berakhir pada bulan November, ia meminta warga memprioritaskan air yang ada hanya untuk kebutuhan pokok.
"Air harus dimanfaatkan dengan bijak dengan skala prioritas guna mencukupi kebutuhan dasar seperti mandi, memasak, dan mencuci," pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa batas waktu siaga darurat yang ditetapkan hingga akhir Agustus sangat mungkin mengalami penyesuaian seiring dengan perkembangan cuaca.
"Status berakhir 31 Agustus, ini bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan," paparnya.
Tingginya angka warga terdampak mengharuskan BPBD terjun langsung ke lapangan setiap hari. Sub-Koordinator Logistik dan Peralatan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul, Arief Prasetyo menyebutkan penyaluran bantuan menjadi satu-satunya solusi sementara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kondisi ini menyebabkan setiap hari ada bantuan air ke masyarakat," jelasnya, Sabtu (8/8/2026).
Dari pendataan BPBD, krisis ini telah berimbas pada 24.062 Kepala Keluarga (KK) di 311 padukuhan yang masuk dalam kawasan 58 kelurahan. Hampir seluruh wilayah Gunungkidul merasakan dampak kekeringan, menyisakan Kapanewon Karangmojo dan Playen sebagai dua daerah yang dinilai masih aman.
"Untuk 16 kapanewon lain di Gunungkidul sudah terdampak karena telah mendapatkan bantuan air bersih," tandas Arief. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











