Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kampus

Incar 17 Kursi Provinsi, Tekad Kaesang Ubah Peta Politik Jateng akan Temui Ujian Berat

Incar 17 Kursi Provinsi, Tekad Kaesang Ubah Peta Politik Jateng akan Temui Ujian Berat
Ketum PSI periode 2025-2030, Kaesang Pangarep di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025). (foto: Inilahjateng)
Rabu, 08 Juli 2026 08:45 WIB

JAKARTA - Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2029, Jawa Tengah (Jateng) kembali menjadi pusaran kontestasi kekuatan politik tingkat nasional. Manuver Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang berencana menjadikan wilayah tersebut sebagai lumbung suara baru memicu pergerakan mesin partai sekaligus sorotan para analis.

Kesiapan struktur lapangan mulai dipanaskan. Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo mengutarakan rencananya membawa Jokowi turun langsung ke masyarakat pertengahan Juli ini untuk memperkuat konsolidasi.

"Kami segera menunggu jadwal dari Bapak untuk tanggalnya. Yang jelas, tugas kami hari ini mempersiapkan untuk Bapak turun, untuk Bapak keliling Jateng, memastikan bahwa Jateng benar-benar sebagai 'kandang gajah'," papar Yogo.

Konsolidasi Struktural Total

Jadwal dan rute keliling terus dimatangkan oleh tim internal. Kehadiran figur sentral diyakini mampu memompa semangat kader di akar rumput.

"Secepatnya, kita siapkan secepatnya. Kami akan kontak dengan tim, mudah-mudahan pertengahan Juli ini sudah bisa berjalan. Kami mengajukannya hampir 35 kabupaten/kota ya, tentu ini akan dipilih Bapak mana yang kira-kira akan didatangi," urainya.

Yogo mengklaim kesiapan jajarannya sudah berada di titik maksimal usai pembentukan struktur dirampungkan.

"Kami melaporkan capaian kinerja DPW struktur seluruh Jawa Tengah yang sudah hampir 95 persen. Struktur mesin partai yang kami janjikan kami siap, hari ini kami laporkan ke Bapak," ungkapnya.

Langkah progresif ini selaras dengan arahan Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Instruksi ini disampaikan secara langsung dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) perdana Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jateng di Kota Solo, Jateng, Kamis (8/1/2025).

"Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029," ucapnya.

Target ambisius juga dipatok untuk melipatgandakan kekuatan legislatif dari yang saat ini baru berjumlah 12 anggota DPRD di Jawa Tengah.

"Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten atau kota, minimal 100 fraksi harus terisi," tambahnya.

Ujian Melawan Hegemoni Partai Penguasa

Namun, di balik target dan kesiapan struktur tersebut, kenyataan peta politik lokal tidak bisa diabaikan. Basis massa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang sudah mengakar diusulkan agar tidak dipandang sebelah mata.

Pendiri Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago memberikan peringatannya, Selasa (7/7/2026), mengenai kekuatan identitas yang dimiliki partai penguasa tersebut.

"Kalau PDIP digembosi, ya PDIP kan punya segmen sendiri. Enggak semudah itu juga," jelasnya.

Menurut Pangi, sebuah partai tidak bisa tiba-tiba mendapatkan tempat di hati pemilih tanpa ada tawaran program dan ideologi yang khas.

"PSI ini apa segmennya, kan nilai jualnya juga enggak ada sampai sekarang," sebutnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan logistik dan kampanye besar belum tentu berbanding lurus dengan kemenangan elektoral ketika berhadapan dengan kedekatan emosional masyarakat.

"Kalau kandang gajah mau menggeser kandang banteng ya enggak segampang itu, tidak mudah juga. Kecuali semua diukur bisa dari uang, tapi kan pemilih kita juga bisa terpengaruh oleh hal-hal yang lain selain uang," katanya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww