Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026

Hadapi Lawan Bukan Kaleng-kaleng, Husni Ray: Peluang Raih Medali Tetap Ada

Hadapi Lawan Bukan Kaleng-kaleng, Husni Ray: Peluang Raih Medali Tetap Ada
Petinju Indonesia saat menjalani latihan persiapan menghadapi Kejuaraan Tinju Asia U19 dan U23. (Foto: PERBATI)
Jum'at, 03 Juli 2026 13:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sebanyak 19 petinju Indonesia akan menguji kemampuan pada Kejuaraan Tnju Asia U19 dan U23 Tahun 2026 atau Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026 yang akan berlangsung di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 5-14 Juli 2026. Petinju asuhan pelatih asal Thailand, Kamanit Nareerak akan bersaing untuk memperebutkan tempat terbaik dengan 362 petinju dari 26 negara.

Pelatih Timnas Tinju Indonesia, Husni Ray menyebut Kejuaraan Asian U19 dan U23 ini merupakan kalender resmi Asian Boxing (AB), Jadi, negara perseta dipastikan akan mengirimkan petinju terbaiknya.

"Ini Kejuaraan Asia yang sudah lama kita tidak pernah ikut. Jadi, ini bukan event sembarangan, enggak bisa disepelekan. Lawan-lawan yang dihadapi bukan kaleng-kaleng karema mereka yang terbaik di negaranya," kata Husni Ray yang dihubungi, Jumat (3/7/2026).

Diakui Husni Ray, materi petinju Indonesia yang diturunkan Pengurus Besar Tinju Indonesia (PERBATI) sebagian bisa dibilang baru pertama kali merasakan atmosfer internasional yang melibatkan petinju tangguh dari Thailand, Filipina, India, Kazakhstan, dan Uzbekistan.

“Petinju kita bisa main bagus saja dan bisa menyaingi peserta lain yang bagus, itu sudah harus kita syukuri. Apalagi, mereka kan sebagian baru melangkah nih, istilahnya baru memulai debut di tingkat internasional melalui program pembinaan yang dilahirkan PERBATI,” jelasnya.

Memang ada beberapa petinju yang sudah memiliki jam terbang di ajang event internasional. Namun,kata Husni Ray, mereka masih butuh lebih banyak jam terbang.
“Ya, kalau jam terbang internasional itu kan baru beberapa tahun ini saja ya, seperti Volta, Pangeran, yang baru-baru kemarin ini ikut. Iya, terus Henky, itu kemarin sempat ikut latihan di Vietnam, lalu ke Mongolia. Jadi memang baru tahun inilah istilahnya kita mulai bergerak,” ungkapnya.

Ketika ditanyakan apakah petinju Indonesia punya peluang meraih medali di Asian Boxing U19 & U23 Championship 2026, Husni Ray menjawab, “Peluang mendapatkan medali itu selalu ada. Mudah-mudahan nanti undiannya bagus, jadi peluangnya bisa lebih besar lagi," tegasnya.

Menurut Husni Ray, Kejuaraan Tinju Asia ini akan dijadikan ajang seleksi petinju untuk dipersiapkan menghadapi berbagai multi event. “Tahun depan kan ada SEA Games Malaysia 2027. Terus anak-anak yang U-23 itu kan sudah masuk kategori elit namanya. Jadi kalau memang performanya bagus, kan bisa dimasukkan dalam pelatnas jangka panjang menghadapi Pra-Olimpiade Los Angeles 2028,” tutupnya.

Makanya, Husni Ray berharap program pelatnas dan Training Camp (TC) dan uji coba internasional di turnamen internasional harus terus dilakukan selama 2 hingga 3 tahun ke depan. Jadi, mereka yang terpilih bisa berbicara banyak di level yang lebih tinggi. “Jam terbang itu sangat penting, tidak bisa dibohongi. Jam terbang internasional itu tidak ada duanya,” tegasnya.

Dari segi potensi, jelas Husni Ray, petinju Indonesia tidak kalah dibandingkan negara lain. Hal itu juga diakui Kamanit Nareerak yang sukses membawa Timnas Tinju Indonesia meraih 1 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu pada SEA Games Thailand 2025 lalu.

“Kamanit bilang petinju kita banyak yang bagus, tinggal bagaimana kita mengelolanya dan menjaganya dengan kompetisi di luar negeri. Makanya, dia mau melatih di sini, dengan syarat, programnya harus berkesinambungan, Tidak boleh putus-nyambung. Karena kan prestasi itu tidak datang seketika, butuh pembinaan jangka panjang,” tutupnya.

Daftar Petinju Indonesia:

Putra U19:

1. Anugrah Sandy (kelas 50kg)

2. Pangeran F Lani (kelas 55kg)

3. Joshua Lahindo (Kelas 60kg)

4. Victor Wengkang (Kelas 65kg)

5. M Rayhan A (Kelas 75 kg)

6. Irnanda Firnanda (Kelas 85kg)

7. Nouval (Kelas 90kg)

Putri U19:

1. Anggie Chalik (Kelas 48kg)

2. Fani Afnani (Kelas 51kg)

3. Dira Arrika (Kelas 57kg)

Putri U23:

1. Linda Sari (Kelas 48kg)

2. Marion (Kelas 54kg)

3. Nurul Izzah (Kelas 57kg)

4. Maria Manguntu (Kelas 65kg)

Putra U23:

1. Fredrik Ampage (Kelas 50kg)

2. Mars de Volta (Kelas 60kg)

3. Laskar Putra (Kelas 65kg)

4. Radiyansya (Kelas 70kg)

5. Riko Prayogi (Kelas 85kg).. ***

wwwwww