Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Respons Kenaikan Harga Komoditas, Menkeu Optimistis Tekanan Inflasi Segera Mereda

Respons Kenaikan Harga Komoditas, Menkeu Optimistis Tekanan Inflasi Segera Mereda
Ilustrasi (net)
Kamis, 02 Juli 2026 17:08 WIB

JAKARTA – Tingkat inflasi Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen secara tahunan. Meskipun mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 3,08 persen, Bank Indonesia menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional masih terjaga dalam rentang target sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa lonjakan angka inflasi utamanya dipicu oleh penyesuaian harga pada kelompok transportasi. Hal ini berkaitan erat dengan kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi dan avtur yang merespons tingginya harga energi global.

"Inflasi Indeks Harga Konsumen pada Juni 2026 terjaga dalam kisaran target 2,5±1 persen," ujar Ramdan Denny Prakoso, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, stabilitas yang terjaga ini merupakan buah dari koordinasi lintas instansi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta Bank Indonesia dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah menjadi pilar utama dalam menekan risiko kenaikan harga yang lebih ekstrem. Selain itu, implementasi program ketahanan pangan nasional dinilai mampu memberikan bantalan terhadap gejolak harga komoditas.

Di sisi lain, inflasi inti terpantau stabil pada level 0,23 persen secara bulanan dengan angka tahunan mencapai 2,76 persen. Angka inflasi inti ini menjadi indikator bahwa tekanan harga tidak didorong oleh lonjakan permintaan masyarakat yang berlebihan, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal harga komoditas global.

Untuk menjaga kestabilan ke depan, otoritas moneter meyakini bahwa target inflasi akan terus berada dalam kisaran yang ditetapkan hingga tahun 2027. Program pengendalian harga pangan, termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera, akan terus dioptimalkan untuk memitigasi risiko kenaikan harga dari kelompok pangan yang fluktuatif.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww