Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Cendekia

Dugaan Korupsi Pengadaan Motor di Badan Gizi Nasional Seret Perwira TNI

Dugaan Korupsi Pengadaan Motor di Badan Gizi Nasional Seret Perwira TNI
Selain di Bogor, lokasi gudang motor listrik BGN lainnya yang menjadi target berada di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat. (Foto: Istimewa)
Kamis, 02 Juli 2026 16:59 WIB

JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Militer resmi menerima pelimpahan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis yang melibatkan oknum TNI aktif berinisial BU. Perkara ini sebelumnya diselidiki oleh Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sebelum akhirnya diserahkan melalui prosedur koneksitas.

Direktur Penindakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer, Brigjen TNI Andi Suci Agustiansyah, menyatakan bahwa saat ini status BU masih sebagai saksi. Meski sebelumnya pernah diperiksa oleh penyidik kejaksaan sipil, tim penyidik koneksitas akan kembali melakukan pemeriksaan untuk mendalami peran yang bersangkutan dalam pengadaan sepeda motor.

"Di Pidsus sudah diperiksa sebagai saksi. Tetapi ini kan mekanismenya ada dikoneksitas, sehingga kami akan memeriksa kembali selaku saksi di penyidikan koneksitas. Karena koneksitas ini perlu ada pemeriksaan dari polisi militer dan juga ada oditur militer," ungkap Andi, Kamis (2/7/2026).

Andi menambahkan, oknum perwira menengah tersebut diketahui berasal dari Korps Peralatan. Koordinasi antara penyidik kejaksaan sipil dan militer terus diintensifkan guna memastikan pengungkapan kasus berjalan secara tuntas dan tertib.

Langkah tegas ini menjadi sorotan publik karena menyangkut program prioritas pemerintah. Kejaksaan berkomitmen untuk mengawal jalannya penyidikan tanpa terhalang oleh latar belakang institusi pihak-pihak yang terlibat, demi memulihkan kerugian negara akibat praktik korupsi yang terjadi di Badan Gizi Nasional.

"Mungkin ini saja karena ini baru proses awal, sehingga nanti perkembangannya kami akan berkomunikasi dengan Direktur Penyidikan, tentunya juga kepada Pak Kapuspenkum sehingga perkara koneksitas ini bisa kita kerjakan secara lancar, aman, dan tertib," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Cendekia, Opini
wwwwww