Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Leo Navacchio Tak Lagi Bela Persik Kediri

Leo Navacchio Tak Lagi Bela Persik Kediri
Kiper Persik Kediri, Leo Navacchio . (Ileague.id)
Minggu, 31 Mei 2026 22:32 WIB
Penulis: Azhari Nasution
KEDIRI - Leo Navacchio memutuskan tak membela Persik Kediri lagi musim depan. Kiper asal Brasil itu menyampaikan kalimat perpisahan dua hari usai laga terakhir Super League 2025/2026 lalu ketika Persik dikalahkan Persebaya 0-5 di Stadion GBT Surabaya, Jawa Timur, 23 Mei 2026 lalu.

Pria berusia 33 tahun itu dua musim jadi kiper utama di skuat Macan Putih. Leo Navacchio telah menjalani 56 pertandingan dengan mencatat 84 kemasukan dan 13 kali clean sheet.

"Ada 56 pertandingan yang saya jalani dengan mengenakan warna ungu melalui perjuangan yang tidak mudah untuk membela sebuah klub dan kota ini," ungkapnya. 

Selama itu pula, Leo Navacchio merasakan ketatnya atmosfer persaingan di kasta tertinggi Indonesia. Ada rasa bahagia, sedih, kecewa, dan bangga. "Saya pernah menjadi sosok penting. Pernah gagal, pernah mendapat kasih sayang, dan juga tuntutan. Di saat-saat paling sulit bagi klub ini, saya selalu berusaha hadir untuk membantu dengan cara apapun," tuturnya. 

Selama jadi bagian tim dan tinggal di Kota Kediri, kiper kelahiran Piacatu, Sao Paulo, Brasil, ini merasa dapat sambutan hangat. Baik dari manajemen, tim pelatih, rekan setim, dan para suporter. 

"Saya akan selalu mengingat kemenangan di Brawijaya. Kasih sayang yang saya dan keluarga saya terima. Serta orang-orang baik yang saya temui di klub dan kota ini," ujarnya.

Tak lupa kiper berpostur 1,92 meter menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak. "Sudah tiba waktunya bagi saya untuk mengucapkan perpisahan dengan klub ini yang akan selalu terkenang dalam ingatan saya. Saya tinggalkan di sini rasa kasih, terima kasih, dan rasa hormat saya. Terima kasih banyak dan salam hangat untuk semuanya," ucapnya.  ***

wwwwww