Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Darurat Tumpahan Minyak di Pulau Dongas, Ratusan Ton Limbah B3 Mengancam Laut Batam

Darurat Tumpahan Minyak di Pulau Dongas, Ratusan Ton Limbah B3 Mengancam Laut Batam
Sebuah kapal pengangkut limbah minyak hitam kandas di perairan Pulau Dongas, Batam. Muatan Kapal tumpah ke laut.
Sabtu, 31 Januari 2026 16:30 WIB

BATAM – Perairan sekitar Pulau Dongas dan Pulau Tangga Seribu, Batam, kini dalam status siaga pencemaran lingkungan. Sebuah kapal LCT Mutiara Garlib Samudera yang mengangkut ratusan ton limbah minyak hitam kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dilaporkan kandas dan mengalami kebocoran muatan, Kamis (29/1/2026).

Kapal dengan bobot GT 208 tersebut berada dalam posisi miring yang cukup ekstrem, sehingga memicu tumpahnya limbah dari 230 jumbo bag yang diangkutnya. Limbah ini diketahui berasal dari Kapal Tanker MT Nave Universe yang sedang dalam proses pemindahan atau pengangkutan.

Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa lokasi kejadian hanya berjarak sekitar 3 mil dari dermaga Basarnas di kawasan Sekupang. Tim penyelamat segera bergerak ke titik koordinat setelah menerima laporan dari otoritas kesyahbandaran.

"Semenjak kita terima informasi dari KSOP dan KPLP terkait ada satu kapal yang kandas, petugas langsung melakukan koordinasi. Enam ABK dilaporkan selamat karena posisi kapal sudah mendekati pulau," ungkap Fazzli, Jumat (30/1/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan tumpahan minyak hitam mulai menyebar, sehingga memaksa petugas gabungan melakukan langkah isolasi cepat. Penggunaan oil boom atau pelampung penyekat minyak menjadi tumpuan utama agar zat beracun tersebut tidak menyentuh area pemukiman warga atau ekosistem bakau di pesisir Batam.

Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, menyatakan pihaknya belum bisa membeberkan status perizinan kapal pengangkut tersebut karena masih mengutamakan operasi penyelamatan lingkungan. Dua kapal patroli dari Pangkalan PLP Tanjung Uban, KN Sarotama dan KN Rantos, telah dikerahkan untuk memperkuat pengawasan.

"Saat ini semua lagi fokus untuk penanggulangan agar pencemaran tidak menyebar lebih luas," tegas Takwim, Sabtu (31/1/2026).

Insiden ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat pesisir mengenai keamanan prosedur pengangkutan limbah industri di wilayah Kepulauan Riau. Investigasi mendalam terkait penyebab kandasnya kapal serta kelayakan operasional LCT Mutiara Garlib Samudera akan segera dilakukan setelah situasi di laut berhasil dikendalikan.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww