Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
20 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
18 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Gelanggang
SEA Games ke-33 Thailand 2025

Ini Kata Zainuddin Amali Soal Gagal Total Target Timnas

Ini Kata Zainuddin Amali Soal Gagal Total Target Timnas
Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali. (PSSI)
Sabtu, 13 Desember 2025 09:12 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Wakil Ketua Umum PSSI, Zainuddin Amali, buka suara setelah Timnas U22 Indonesia pulang lebih cepat dari SEA Games ke-33 Thailand 2025. Dengan status juara bertahan dan target medali emas yang ia deklarasikan sendiri, kegagalan lolos dari fase grup membuat sorotan langsung tertuju pada mantan Menpora tersebut—apalagi target yang ia tetapkan melampaui prediksi pemerintah yang hanya membidik medali perak.

Skuad Indra Sjafri tampil jauh di bawah ekspektasi. Kekalahan 0-1 dari Filipina pada laga pembuka membuat langkah Garuda Muda terseok sejak awal. Kemenangan 3-1 atas Myanmar tak cukup mengangkat posisi Indonesia di Grup C, sementara peluang lolos sebagai runner-up terbaik ikut menguap setelah Malaysia unggul produktivitas gol.

Di tengah kritik publik, Amali mencoba meluruskan pernyataannya. Ia menyebut target emas bukan perbedaan visi, melainkan “motivasi” untuk pemain. Pernyataan ini memunculkan kesan target yang sebelumnya dielu-elukan kini diposisikan sekadar retorika, bukan komitmen yang harus dipertanggungjawabkan.

“Sebenarnya tidak ada perbedaan target. Pemerintah punya hitungan, PSSI menyampaikan target emas untuk memotivasi pemain. Intinya semua ingin yang terbaik,” ujarnya, Jumat (12/12/2025) malam.

Amali mengakui kegagalan ini harus diterima dan akan dievaluasi oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Ia menyinggung persiapan yang tidak seoptimal edisi 2023 sebagai salah satu faktor, namun belum mau memastikan apakah kegagalan ini akan berujung pada pergantian pelatih atau perubahan struktur tim.

“Kita harus menerima kenyataan. Evaluasi pasti ada, tapi apakah pelatih diganti atau tidak, itu ranah Exco,” katanya.

Dengan target emas yang kini dianggap “pemantik motivasi,” kegagalan total Timnas U22 kembali menegaskan satu hal, publik menuntut Amali sebuah akuntabilitas dan pertanggunganjawab, bukan sekadar kata-kata. ***

wwwwww