Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Buka Pendaftaran CPNS November 2026, KemenPAN RB Pimpin Rangkaian Seleksi
2
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
Nasional
18 jam yang lalu
Kurangi Ketergantungan Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Lewat Forum Bali
3
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Usulkan PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu, Angin Segar Kesejahteraan Pegawai
4
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
Nasional
18 jam yang lalu
Suket Ijazah Gibran Batal demi Hukum, Mahfud MD Dorong DPR Lakukan Langkah Politik
5
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
Balai Kota
15 jam yang lalu
Ekonomi Melesat 7,39 Persen, Pemkot Pekanbaru Sabet Penghargaan CNN Indonesia Awards
6
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kasus Suap Lahan ATR/BPN, KPK Dalami Keterlibatan Petinggi PT Bela Parahiyangan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

BGN Rilis Perkembangan Tanggap Darurat: Distribusi Bantuan Gizi di Sumatra Tunjukkan Pola Berbeda

BGN Rilis Perkembangan Tanggap Darurat: Distribusi Bantuan Gizi di Sumatra Tunjukkan Pola Berbeda
Sabtu, 13 Desember 2025 09:22 WIB

ACEH – Badan Gizi Nasional (BGN) merilis perkembangan terbaru operasi tanggap darurat di tiga provinsi terdampak banjir dan longsor: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Laporan 10–11 Desember 2025 menunjukkan dinamika yang kontras—ada wilayah yang mencatat pelebaran layanan namun mengalami penurunan suplai, sementara ada yang justru meningkat drastis setelah membuka titik baru.

SUMATERA BARAT: Jangkauan Meluas, Suplai Menurun

Sumbar mencatat pertambahan titik distribusi Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dari 169 menjadi 174 titik, menunjukkan meningkatnya cakupan layanan. Namun, total distribusi bantuan justru turun 25%—dari 1.352 menjadi 1.011 porsi.

Penurunan paling tajam terjadi di dua kabupaten terdampak berat:

• Tanah Datar: turun dari 969 menjadi 831 porsi

• Agam: turun dari 383 menjadi 180 porsi

Meski titik pengalihan tetap stabil, kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam suplai bahan baku, terutama ketika akses jalan masih terganggu di beberapa wilayah.

SUMATERA UTARA: Distribusi Melonjak Berkat Titik Baru

Berbanding terbalik dengan Sumbar, Sumut mencatat kenaikan distribusi hingga 25%, dari 14.253 menjadi 17.873 porsi. 

Kenaikan ini dipicu oleh:

• Distribusi perdana di Tapanuli Tengah yang langsung mencapai 5.644 porsi.

Namun Sumut tetap menghadapi hambatan, terutama setelah Langkat mengalami pengurangan distribusi dari 6.422 menjadi 4.398 porsi. Titik pengalihan masih bertahan di 13 lokasi.

ACEH: Operasi Paling Stabil di Tengah Tantangan Wilayah Terisolasi

Aceh menjadi satu-satunya provinsi yang mencatat kestabilan layanan.

• Titik distribusi aktif naik tipis dari 179 menjadi 180.

• Titik berhenti operasi meningkat 0,6%.

• Titik tak terdata turun dari 12 menjadi 10 titik.

• Total suplai bantuan hampir tak berubah: dari 1.256.661 menjadi 1.255.264 porsi (turun 0,1%).

Kabupaten Pidie Jaya menjadi pengecualian dengan lonjakan distribusi signifikan: dari 79.976 menjadi 99.451 porsi.

Kepala Regional SPPG Aceh, Mustafa Kamal, mengatakan bahwa kestabilan Aceh terjadi berkat koordinasi lintas sektor yang semakin solid.

“Fokus utama kami adalah memastikan titik yang masih aktif dapat beroperasi tanpa gangguan, terutama di wilayah yang terdampak paling berat seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, hingga Gayo Lues,” ujarnya.

Akses jalan yang terputus di wilayah Aceh bagian tengah menjadi hambatan utama dalam memasok bahan baku.

“Namun dengan komunikasi dan kerja sama semua pihak, kami berharap pendistribusian MBG tetap optimal,” tambahnya.

BGN: Data Adalah Tulang Punggung Operasi

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menekankan pentingnya data akurat untuk menjaga ketepatan respons.

“Setiap perubahan titik distribusi maupun volume bantuan menjadi dasar evaluasi kami. BGN memastikan seluruh tim daerah mendapat dukungan penuh,” katanya.

BGN menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan kelompok paling rentan—anak-anak, ibu menyusui, dan lansia—tetap mendapat pemenuhan gizi tepat waktu meski situasi di lapangan dinamis. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Binawidya
wwwwww