Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
12 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
2 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Curhatan ASN Viral di Medsos, Bobby Nasution Panggil Bupati Deli Serdang

Curhatan ASN Viral di Medsos, Bobby Nasution Panggil Bupati Deli Serdang
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memediasi ASN yang mengeluh sulitnya naik pangkat menjelang pensiun di Pemkab Deli Serdang pada Minggu (2/11/2025). (Foto: Dok. Istimewa)
Minggu, 02 November 2025 19:18 WIB

MEDAN – Video seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah curhatannya soal sulitnya naik pangkat viral di media sosial. Dalam video berdurasi singkat itu, bidan bernama Farida menyuarakan keluhannya dengan nada penuh emosi, bahkan meminta perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Saya merasa teraniaya, dizalimi, sudah mau pensiun tapi tetap golongan dua. Tolong Pak Presiden Prabowo Subianto bantu kami,” ujar Farida dalam rekaman video tersebut.

Keluhan itu ternyata sampai ke telinga Presiden. Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengaku telah menerima arahan langsung dari Istana untuk menindaklanjuti masalah yang dialami Farida. “Video Ibu Farida ditanggapi langsung oleh Bapak Presiden. Kami dihubungi untuk segera menyelesaikan persoalan ini, dan Alhamdulillah hari ini sudah tuntas,” kata Bobby di Medan, Minggu (2/11).

Bobby kemudian mempertemukan Farida dengan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa Farida akan mendapat kesempatan mengikuti remedial ujian dinas kenaikan pangkat pekan depan. “Remedial akan dilakukan seminggu lagi. Jadi Bu Farida dan ASN lain yang belum lulus bisa mengikuti ujian ulang,” jelas Bobby.

Dalam video yang viral, Farida juga menyinggung soal pungutan liar (pungli) di lingkungan Pemkab Deli Serdang. Menanggapi hal itu, Bobby menegaskan bahwa dugaan pungli tersebut bukan terkait ujian kenaikan pangkat. “Dari keterangan Bu Farida, pungli itu bukan soal ujian dinas, tapi pengalaman pribadinya saat mengurus izin kuliah pada tahun 2019,” ujarnya.

Farida yang turut hadir dalam pertemuan itu pun mengklarifikasi ucapannya. “Saya mau klarifikasi, untuk ujian dinas tidak ada pungli. Yang saya maksud adalah pungli tahun 2019 waktu saya urus izin kuliah. Oknum yang terlibat sudah saya sampaikan ke Pak Gubernur dan Pak Bupati,” katanya.

ASN golongan II yang akan pensiun pada Maret 2026 itu juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden, Gubernur, dan Bupati yang telah merespons cepat aduannya. “Terima kasih untuk perhatian semua pihak. Saya harap ke depan tak ada lagi pungli dan proses kenaikan pangkat lebih mudah, karena kami ingin dihargai sesuai kerja keras kami,” ujarnya.

Bobby menegaskan kasus Farida menjadi pengingat bagi seluruh pemerintah daerah agar memperbaiki sistem birokrasi ASN agar lebih transparan. “Kita ingin semua ASN punya kesempatan yang sama. Tidak boleh lagi ada yang terhambat karena sistem atau oknum,” tegasnya.

Kisah Farida kini menjadi simbol perjuangan ASN yang menuntut keadilan birokrasi. Harapannya, langkah cepat pemerintah provinsi dapat membuka jalan bagi perbaikan sistem kepegawaian di daerah lain. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Balai Kota
wwwwww