Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Keuangan

Soal Isu Bunga Deposito Valas, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Instruksi Khusus

Soal Isu Bunga Deposito Valas, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Instruksi Khusus
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9/2025). (foto: inilah.com/vonita betalia)
Selasa, 30 September 2025 22:01 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah keras kabar yang menyebut dirinya menginstruksikan perbankan menaikkan bunga deposito valuta asing (valas) denominasi dolar Amerika Serikat hingga 4 persen. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah mengarahkan kebijakan bunga deposito secara spesifik.

"Kalau saya bilang ke mereka itu bukan perintah saya," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).

Menurut Purbaya, kunjungan dirinya ke bank-bank BUMN bertujuan memastikan pelaksanaan kebijakan penarikan dolar warga Indonesia (WNI) dari luar negeri berjalan sesuai mekanisme pasar. “Jangan sampai kebijakan ini dipelintir sebagai alasan pelemahan rupiah lalu disalahkan ke Menteri Keuangan,” ujarnya.

Purbaya menegaskan arah kebijakan pemerintah jelas: skema penarikan dana harus berbasis pasar (market based). "Tidak ada kebijakan yang memaksa bank menaikkan bunga sampai 4 persen," tambahnya.

Meski begitu, empat bank milik negara—Mandiri, BNI, BRI, dan BTN—memang tercatat telah menyesuaikan bunga deposito valas. Namun langkah itu, menurut Purbaya, merupakan strategi bank, bukan instruksi langsung dari kementeriannya.

Instruksi menarik dolar WNI dari luar negeri sebelumnya datang dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini diharapkan memperkuat cadangan devisa, menambah pasokan dolar di sistem perbankan, sekaligus menopang pembiayaan proyek strategis pemerintah.

“Rencana ini cukup bagus. Insentif akan dibuat menarik agar dana masyarakat lebih nyaman ditempatkan di dalam negeri ketimbang rutin dikirim ke luar negeri,” jelas Purbaya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Keuangan
wwwwww