Soal Isu Bunga Deposito Valas, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Instruksi Khusus
![]() |
| Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9/2025). (foto: inilah.com/vonita betalia) |
JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membantah keras kabar yang menyebut dirinya menginstruksikan perbankan menaikkan bunga deposito valuta asing (valas) denominasi dolar Amerika Serikat hingga 4 persen. Ia menegaskan pemerintah tidak pernah mengarahkan kebijakan bunga deposito secara spesifik.
"Kalau saya bilang ke mereka itu bukan perintah saya," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2025).
Menurut Purbaya, kunjungan dirinya ke bank-bank BUMN bertujuan memastikan pelaksanaan kebijakan penarikan dolar warga Indonesia (WNI) dari luar negeri berjalan sesuai mekanisme pasar. “Jangan sampai kebijakan ini dipelintir sebagai alasan pelemahan rupiah lalu disalahkan ke Menteri Keuangan,” ujarnya.
Purbaya menegaskan arah kebijakan pemerintah jelas: skema penarikan dana harus berbasis pasar (market based). "Tidak ada kebijakan yang memaksa bank menaikkan bunga sampai 4 persen," tambahnya.
Meski begitu, empat bank milik negara—Mandiri, BNI, BRI, dan BTN—memang tercatat telah menyesuaikan bunga deposito valas. Namun langkah itu, menurut Purbaya, merupakan strategi bank, bukan instruksi langsung dari kementeriannya.
Instruksi menarik dolar WNI dari luar negeri sebelumnya datang dari Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini diharapkan memperkuat cadangan devisa, menambah pasokan dolar di sistem perbankan, sekaligus menopang pembiayaan proyek strategis pemerintah.
“Rencana ini cukup bagus. Insentif akan dibuat menarik agar dana masyarakat lebih nyaman ditempatkan di dalam negeri ketimbang rutin dikirim ke luar negeri,” jelas Purbaya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Keuangan |











