Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
14 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Lifter China Shi Zhi Yong Gagal di Clean & Jerk, Rizki Ukir Tinta Emas di Olimpiade 2024 Paris

Lifter China Shi Zhi Yong Gagal di Clean & Jerk, Rizki Ukir Tinta Emas di Olimpiade 2024 Paris
Rizki Juniansyah rebut emas dan mencetak sejarah. (NOC Indonesia)
Jum'at, 09 Agustus 2024 03:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
PARIS – Lifter andalan Indonesia Rizki Juniansyah memenuhi ambisinya menyumbangkan medali emas bagi Tim Indonesia di Olimpiade 2024. Rizki, panggilan akrabnya, bukan hanya tercatat sebagai atlet kedua yang merebut emas setelah atlet panjat tebing Veddriq Leonardo tetapi juga mengukir tinta emas sebagai lifter pertama Indonesia yang meraih emas di Olimpiade.

Tampil di South Paris Arena, Prancis, Jumat (9/8/2024) dini hari, Rizki, panggilan karibnya, menjadi yang terbaik dengan total angkatan 354kg (Snatch 155kg dan Clean & Jerk 199kg). ‘

Medali perunggu direbut atlet Thailand didikan mantan pelatih angkat besi Indonesia Lukman dengan meraih total angkatan 346kg (Snatch 148kg dan Clean & Jerk 198kg) dan medali perunggu jadi milik Bozhaidar Dimitrov Andreev dari Bulgaria dengan total angkatan 344kg.

Sementara itu, peraih medali emas Olimpide 2016 Rio de Janeiro dan Olimpiade 2020 Tokyo, Shi Zhi Yong harus menelan pil pahit. Meski sudah unggul 10 kg pada angkatan Snatch 165kg tetapi dia tak mampu mencetak hattrick dan dinyatakan Did Not Finish (DNF) karena gagal melakukan angkatan Clean & Jerk.

Pada percobaan angkatan pertama 191kg, Shi Zhi Yong gagal. Begitu juga pada percobaan angkatan kedua dan percobaan angkatan ketiga dengan beban yang sama.  

Untuk angkatan Snatch, Rizki memulai percobaan angkatan pertama 155kg gagal. Kemudian, dia sukses melakukannya pada percobaan angkatan kedua. Tetapi, dia gagal melakukan percobaan angkatan ketiga 163kg.

Pada angkatan Clean and Jerk, Rizki memulainya dengan beban 191kg sukses. Pada percobaan angkatan kedua, Rizki menaikkannya menjadi 199kg sekaligus memastikan medali emas menjadi miliknya. Rizky yang sempat goyah langsung sujud syukur setelah mencium barbel. 

Dengan adanya sumbangan medali emas Rizki, posisi Indonesia yang mengoleksi 2 medali emas dan 1 perunggu melejit ke peringkat 28 dan masih di bawah Filipina yang menempati peringkat ke-25 dengan 2 emas dan 2 perunggu.

Perlu diketahui ini keberhasilan Indonesia meraih 2 medali emas ini mengulang prestasi pada Olimpiade 1992 Barcelona. Kedua medali emas yang disumbangkan Susy Susanti dan Alan Budikusuma itu sebagai pembuka era emas Indonesia. ***

Bagi cabor angkat besi, medali emas Rizki merupakan yang pertama di Olimpiade. Sebelumnya, Lisa Rumbewas menyumbangkan 2 medali perak dan 1 perunggu, Sri Indriyani (1 perunggu), Sri Wahyuni (1 perak), Citra Febrianti (1 perak), Triyatno  (1 perak dan 1 perunggu), Eko Yuli Irawan (2 perak dan 2 perunggu), Windy Chantika Aisah (1 perunggu), Rahmat Erwin Abdullah (1 perunggu). ***

wwwwww