Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti

Pasukan Elite Filipina Dilumpuhkan Abu Sayyaf, Begini Kondisi 10 WNI yang Disandera Saat Ini

Pasukan Elite Filipina Dilumpuhkan Abu Sayyaf, Begini Kondisi 10 WNI yang Disandera Saat Ini
Kelompok Abu Sayyaf. (merdeka.com)
Senin, 11 April 2016 14:54 WIB
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memastikan sepuluh warga Negara Indonesia (WNI) yang ditawan militan Abu Sayyaf masih dalam kondisi baik. Sebelumnya sempat ada usaha pembebasan dari Filipina untuk membebaskan mereka, namun gagal.

Retno Marsudi mengatakan, usaha penyelamatan yang dilakukan Filipina menyebabkan 18 tentara mereka tewas. Kabar terakhir yang diterima, sepuluh WNI tersebut tidak berada di lokasi baku tembak terjadi, di Provinsi Basilan.

"Info terakhir dengan otoritas di Filipina, 10 WNI tidak berada di kawasan Basilan,itu komunikasi pada 08.41 saya kontak dengan Menteri Luar Negeri Filipina. Saya mohon doa agar upaya langkah pembebasan ini berjalan baik. Lalu jam 12 siang tadi, info masih memperoleh info kondisi ABK dalam kondisi baik," jelasnya di kantornya, Jakarta, Senin (11/4).

Pemerintah terus melakukan pembaharuan informasi terkait kondisi 10 WNI tersebut. Mengingat Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan perhatian yang besar dalam upaya pembebasan.

"Presiden dan Wakil Presiden telah memberikan arahan penguatan koordinasi," katanya.

Retno menegaskan, pemerintah tidak akan terlibat terkait tebusan. Sehingga sejauh ini langkah yang dilakukan masih sekadar koordinasi dan komunikasi. "Sejauh ini masih komunikasi intensif," tutupnya.***

Editor:sanbas
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww