Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

BMKG Deteksi Hujan Lebat di Pekanbaru, Kualitas Udara Diharapkan Kembali Normal

BMKG Deteksi Hujan Lebat di Pekanbaru, Kualitas Udara Diharapkan Kembali Normal
Sabtu, 10 Oktober 2026 10:24 WIB
Penulis: Afrila Yobi

PEKANBARU - Hujan dengan intensitas lebat mengguyur kawasan Kota Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026) pagi. Guyuran hujan ini disambut gembira oleh warga kota yang aktivitas kesehariannya sempat lumpuh akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kawasan Panam menjadi salah satu titik di ibu kota provinsi yang merasakan derasnya hujan sejak Subuh. Masyarakat berharap fenomena alam ini mampu membersihkan partikel debu di udara secara signifikan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Riau mencatat potensi cuaca ekstrem ini dimulai sekitar pukul 04.15 WIB. Hujan yang turun turut disertai potensi kilat dan hembusan angin kencang hingga pukul 07.15 WIB.

Aktivitas Belajar Sempat Terhenti

Sebelum hujan mengguyur, polusi udara yang bersumber dari provinsi tetangga memaksa warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. Dampak paling terasa dialami oleh sektor pendidikan, dimana sekolah terpaksa menunda proses belajar mengajar secara langsung.

"Alhamdulillah, pagi ini hujan lebat mengguyur Kota Pekanbaru. Hampir satu pekan anak-anak tidak bisa belajar tatap muka karena asap karhutla," keluh warga Kota Bertuah, Rizan.

Kehadiran curah hujan memunculkan optimisme bagi perbaikan lingkungan perkotaan. Warga merasa lega karena kondisi alam perlahan mulai bersahabat.

"Semoga hujan ini mendatangkan kehidupan bagi tanah yang tandus dan mendatangkan rezeki bagi seluruh mahkluk," ucapnya.

Pantau Kualitas Udara Secara Berkala

Meskipun hujan deras telah menyapu kawasan kota, pengawasan terhadap standar baku mutu udara tetap diperlukan. Hujan dalam waktu singkat tidak secara otomatis menjamin wilayah udara Pekanbaru bersih sepenuhnya dari ancaman partikel asap.

Pemerintah dan instansi terkait terus memantau pembaruan data pengukuran kualitas udara di berbagai titik. Bagi masyarakat perkotaan, curah hujan pagi ini setidaknya telah memberikan kenyamanan di tengah krisis udara tidak sehat. ***

wwwwww