Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

Kabut Asap Landa Pekanbaru, Tiga Pesawat Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pagi Ini

Kabut Asap Landa Pekanbaru, Tiga Pesawat Gagal Mendarat di Bandara SSK II Pagi Ini
Bandara SSK II Pekanbaru
Kamis, 08 Oktober 2026 08:38 WIB
Penulis: Fernando

MARPOYAN DAMAI- Tiga penerbangan komersial dilaporkan belum dapat mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Kamis (8/10/2026) pagi. Ketiga armada udara tersebut terpaksa berputar-putar di langit Riau sembari menunggu cuaca memungkinkan untuk melakukan pendaratan. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan memburuknya jarak pandang akibat selubung kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan.

Berdasarkan pantauan melalui situs pelacak penerbangan Flightradar24 hingga pukul 08.20 WIB, armada yang terdampak meliputi maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT292 dan Citilink QG936 yang sama-sama bertolak dari Jakarta. Selain armada domestik, penerbangan rute internasional Malaysia Airlines MH841 dari Kuala Lumpur turut tertahan di wilayah udara Pekanbaru.

Sesuai jadwal resmi, Lion Air JT292 sejatinya mendarat di landasan pacu Pekanbaru sekitar pukul 07.00 WIB, disusul oleh Citilink pada pukul 07.30 WIB. Sementara itu, kedatangan armada Malaysia Airlines dijadwalkan menyusul pada pukul 08.05 WIB.

Jarak Pandang Tersisa 650 Meter

Executive General Manager (EGM) Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad mengonfirmasi adanya keterbatasan jarak pandang visual pada pagi ini yang memengaruhi panduan navigasi pendaratan pesawat.

"Tadi empat pesawat sudah take off, jarak pandang 650 meter," urainya.

Dengan indikator jarak pandang yang merosot drastis tersebut, otoritas lalu lintas udara memutuskan untuk menunda proses pendaratan seluruh armada yang datang. Operasional kedatangan baru akan dilanjutkan ketika kondisi visibilitas di area landasan pacu dinyatakan benar-benar aman bagi keselamatan penerbangan. ***

wwwwww