Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
2 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Atasi Banjir Sialang Munggu, Pemkot Pekanbaru Segera Bangun Pintu Air Waduk Cipta Karya

Atasi Banjir Sialang Munggu, Pemkot Pekanbaru Segera Bangun Pintu Air Waduk Cipta Karya
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.
Kamis, 01 Oktober 2026 00:00 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Hujan deras yang kerap memicu genangan air di kawasan Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru. Hilangnya pintu air akibat aksi pencurian membuat Waduk Cipta Karya kehilangan fungsinya sebagai infrastruktur pengendali banjir, sehingga aliran curah hujan acap kali meluap ke permukiman warga.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar turun langsung meninjau infrastruktur penampung air itu, Rabu (30/9/2026). Ia memastikan pemulihan fasilitas publik ini telah masuk dalam agenda pembangunan daerah guna menekan risiko genangan di wilayah sekitarnya.

"Untuk tahun ini sudah masuk perencanaan pembuatan pintu air Waduk Cipta Karya," ungkapnya di sela-sela peninjauan lapangan.

Secara teknis, keberadaan pintu air memiliki peran mutlak untuk mengatur volume debit aliran yang keluar dan masuk menuju polder. Tanpa komponen penahan tersebut, Waduk Cipta Karya urung membendung arus saat intensitas hujan tinggi, serta tidak mampu menyimpan cadangan air ketika musim kemarau tiba.

"Waduk itu seharusnya bisa menampung air saat hujan. Saat musim kemarau, airnya bisa dialirkan," terangnya menjabarkan mekanisme ideal dari operasional infrastruktur tata air tersebut.

Pemulihan fungsi waduk ini juga dirancang untuk memecahkan persoalan buruknya sistem drainase di ruas jalan terdekat. Saluran pembuangan dari kawasan Jalan Suka Karya diketahui bermuara langsung ke area penampungan tersebut. Jika sistem pengatur debit kembali normal, kapasitas tampung waduk diyakini akan berdampak langsung pada pengurangan titik rawan macet akibat jalan yang terendam.

"Kami juga mengatasi banjir di Jalan Suka Karya. Airnya mengalir ke waduk ini. Waduk ini bisa mengatasi banjir di Jalan Cipta Karya dan Suka Karya," pungkasnya. ***

wwwwww