Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
25 menit yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kasus ISPA Melonjak Pasca Kabut Asap, DPRD Pekanbaru Desak Pembagian Vitamin untuk Pelajar

Kasus ISPA Melonjak Pasca Kabut Asap, DPRD Pekanbaru Desak Pembagian Vitamin untuk Pelajar
Jum'at, 25 September 2026 17:12 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Kembalinya aktivitas belajar tatap muka membawa kelegaan bagi para orang tua di Kota Pekanbaru setelah sebelumnya terhadang memburuknya kualitas udara. Namun, di balik dibukanya kembali gerbang-gerbang sekolah, ancaman sisa polusi masih mengintai sistem kekebalan tubuh para peserta didik yang sempat terpaksa belajar dari rumah.

Melihat tingginya kerentanan fisik pelajar pasca paparan kabut asap, Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru, Lindawati mendesak adanya langkah proteksi nyata dari instansi terkait. Ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) segera bersinergi merumuskan upaya pencegahan dini, salah satunya dengan menyalurkan suplemen secara merata.

"Kita tentu bersyukur dan para orang tua juga senang anak-anak bisa bersekolah lagi setelah sekian lama belajar daring akibat udara yang tidak sehat," tuturnya, Jumat (25/9/2026).

Pembagian vitamin ini, urainya, menjadi benteng pertahanan yang krusial agar para siswa tidak mudah tumbang saat kembali beraktivitas secara penuh di luar rumah. Selain pemenuhan nutrisi tambahan, politisi ini turut menyoroti kesiapsiagaan infrastruktur darurat di lingkungan pendidikan.

Para kepala sekolah diminta untuk tidak mengabaikan kelengkapan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai ujung tombak pertolongan pertama bagi siswa yang mendadak mengalami keluhan pernapasan di tengah jam pelajaran.

"Fasilitas di UKS harus disiagakan, mulai dari ketersediaan tabung oksigen hingga masker medis. Kebersihan sirkulasi udara di ruang kelas juga wajib dipastikan kelayakannya setiap saat," tegasnya.

Kekhawatiran tersebut dinilai beralasan kuat mengingat merangkaknya kurva penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di ibu kota Provinsi Riau. Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru didorong untuk tidak sekadar berpatokan pada angka instrumen pengukur kualitas udara yang terpasang di jalanan.

Lindawati menyarankan agar tim medis diterjunkan langsung untuk memeriksa kondisi fisik peserta didik secara berkala. "Kasus penderita ISPA di Pekanbaru sedang melonjak tajam. Kalau perlu, lakukan cek kesehatan rutin langsung ke anak-anak didik kita agar kewaspadaan terhadap kesehatan mereka lebih terjamin," pungkasnya. ***

wwwwww