Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
1 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Binawidya

Drainase Meluap, Jalan Bangau Sakti Bina Widya Terendam Genangan Air

Drainase Meluap, Jalan Bangau Sakti Bina Widya Terendam Genangan Air
Jalan Bangau Sakti Bina Widya.
Kamis, 24 September 2026 18:57 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Jalan Bangau Sakti di Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru, berubah rupa menyerupai aliran anak sungai pada Kamis (24/9/2026) siang. Genangan air yang menutupi sebagian besar badan jalan memaksa para pengguna kendaraan untuk mengurangi kecepatan secara drastis guna menghindari titik-titik kerusakan aspal yang tak terlihat dari permukaan.

Limpasan air tersebut tampak memanjang dan mengarah menuju Jalan Naga Sakti. Kondisi ini membuat arus lalu lintas menjadi tersendat karena pengemudi harus bergantian melintasi area yang terendam. Sebagian besar pengendara terlihat berhati-hati meraba jalur dan memilih sisi pinggir aspal yang dirasa lebih dangkal agar roda kendaraan mereka tidak terperosok ke dalam lubang.

Salah seorang pengendara, Wahyu, menuturkan bahwa genangan tersebut tetap bertahan meskipun tidak ada hujan yang turun pada siang itu. Ia meyakini limpasan air sangat berkaitan erat dengan curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.

"Tidak hujan hari ini, tapi tadi malam hujan," terangnya.

Bagi warga yang melintas, genangan air ini bukan sekadar hambatan laju kendaraan, melainkan juga memunculkan risiko kecelakaan. Permukaan air menyembunyikan kondisi aspal yang sebenarnya, sehingga lubang-lubang di badan jalan menjadi ancaman tersendiri, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan sepeda motor.

Di sisi lain, situasi ini memperlihatkan adanya persoalan infrastruktur yang saling berkaitan. Berdasarkan kondisi di lapangan, drainase atau saluran air di sepanjang kawasan Bangau Sakti tampak penuh. Saat kapasitas saluran pembuangan tidak lagi mampu menampung debit air, limpasan akhirnya meluber dan menggenangi badan jalan dalam waktu yang cukup lama.

Penanganan terhadap air yang selalu menggenang pasca hujan ini membutuhkan perbaikan yang lebih menyeluruh dari pengelola infrastruktur. Pembenahan fisik aspal tanpa dibarengi dengan normalisasi fungsi saluran air berpotensi membuat persoalan genangan dan jalan berlubang kembali terulang setiap kali hujan turun. ***

wwwwww