Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Cendekia

Jaring 14 Orang di Tiga Wilayah Berbeda, KPK Ungkap Dugaan Suap Infrastruktur PUPR Bolmut

Jaring 14 Orang di Tiga Wilayah Berbeda, KPK Ungkap Dugaan Suap Infrastruktur PUPR Bolmut
Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena.
Selasa, 22 September 2026 13:44 WIB

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur jalan yang semestinya dinikmati warga Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) justru diduga menjadi ladang suap. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertindak cepat dengan mengamankan Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena bersama 13 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT), Senin (21/9/2026).

Operasi penindakan ini membuka tabir dugaan penerimaan uang haram yang mengalir ke kantong para pejabat daerah. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan adanya penggerebekan yang menjerat belasan orang dari berbagai latar belakang, mulai dari bupati, kepala dinas, aparatur sipil negara, hingga kalangan pengusaha.

"Terkonfirmasi bahwa telah terjadi peristiwa tangkap tangan terhadap para terduga pelaku tindak pidana korupsi. Di mana dalam peristiwa tangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah total 14 orang," terang Budi saat memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Pusaran Uang Ratusan Juta di Dinas PUPR

Penyelidikan KPK berfokus pada indikasi korupsi pelaksanaan pembangunan fisik di Bolmut. Dugaan suap ini disinyalir kuat berkaitan langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat. "Untuk proyeknya di antaranya terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan di Dinas PUPR Bolmut," urainya.

Sebagai bukti awal, tim penyidik berhasil menyita uang tunai yang diduga sebagai uang pelicin. "Diantaranya uang tunai dalam bentuk rupiah dengan total senilai ratusan juta rupiah. Kemudian sejumlah uang lain diamankan di wilayah Sulawesi Utara ataupun di Gorontalo," papar Budi.

Pengejaran Tersebar Hingga Gorontalo

KPK tidak hanya melakukan penindakan di satu tempat. Berdasarkan pelacakan penyidik, 14 orang yang diduga terlibat berhasil diringkus di tiga titik wilayah yang saling berjauhan.

Bupati Sirajudin Lasena tercatat diamankan di Jakarta bersama empat orang lainnya. Sementara itu, delapan orang dijaring di Sulawesi Utara, termasuk di wilayah Bolmut, dan satu terduga lainnya ditangkap saat berada di Gorontalo. Mengingat luasnya cakupan pihak swasta yang terlibat, Budi belum bersedia membeberkan identitas rinci seluruh pihak yang diamankan karena proses pendalaman masih berlangsung.

"Nanti kami akan update kembali, update secara lengkap ya apa saja proyek-proyek yang terkait dengan perkara ini. Karena dijadwalkan malam ini akan dilakukan ekspos di tingkat pimpinan," pungkasnya merujuk pada batas waktu 1 x 24 jam bagi KPK untuk menetapkan status hukum para pihak.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Cendekia
wwwwww