Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tampil Rileks Hadapi Atlet Kelas Dunia, Eugenia Diva Raih Medali Perunggu

Tampil Rileks Hadapi Atlet Kelas Dunia, Eugenia Diva Raih Medali Perunggu
Eugenia Diva Widodo. (Kemenpora)
Senin, 21 September 2026 11:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
AICHI - Atlet Taolu putri Indonesia, Eugenia Diva Widodo berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Kontingen Indonesia pada cabang olahraga Wushu Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Tampil di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Senin (21/9/2026), Eugenia meraih perunggu dari nomor Changquan setelah meraih total nilai 9,706. Medali emas diraih Sham HYL (Hongkong) dengan 9,713 poin dan perak didapat Sou CM (Macao) usai mengumpulkan 9,710 poin.

Perunggu yang diraih Diva, panggilan karibnya, ini merupakan perunggu kedua dari cabang olahraga wushu. Sebelumnya, Seraf Naro Siregar meraihnya di nomor Changquan tunggal putra sekaligus mencatat sebagai penyumbang medali perunggu pertama bagi Kontingen Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Diva sendiri mengaku puas atas capaian prestasinya tersebut. Sebab, medali perunggu yang didapat Diva merupakan hasil kerja kerasnya dalam menjalankan program latihan di pemusatan latihan nasional (pelatnas) selama ini. “Hari ini puas banget, hasilnya ini adalah apa yang aku latih selama ini,” katanya.

Menurut Diva, laga yang dijalani kali ini cukup ketat, karena lawan yang dihadapinya adalah atlet kelas dunia yang memiliki segudang pengalaman internasional.

“Lawan yang dihadapi cukup bagus dan berlangsung ketat. Bahkan nilainya beda tipis-tipis. Tapi, aku berusaha rileks. Ini adalah langkah untuk menatap kompetisi selanjutnya. Terima kasih atas dukungan dan doanya,” jelas Diva.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir yang hadir langsung memberikan dukungan menegaskan, setiap capaian medali dari para atlet yang bertanding patut dihargai.

“Tentu apresiasi kepada para atlet yang sudah berjuang mendapatkan perunggu, perak, luar biasa,” ujar Menpora Erick. ***

wwwwww