'Sekolah dan Makanan Gratis Harus Berpasangan', Kunci Majukan SDM Timur Indonesia
![]() |
| Wakil Gubernur Papua Pegunungan sekaligus Kepala Suku Adat Papua, Ones Pahabol berbincang dengan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Istimewa) |
JAKARTA - Integrasi antara akses pembelajaran tanpa biaya dan pemenuhan gizi anak diyakini mampu memutus rantai ketertinggalan di Tanah Papua. Desakan untuk menjadikan kedua instrumen ini sebagai skala prioritas disuarakan oleh Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol.
Dalam tatap muka bersama Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Kamis (17/9/2026), Ones yang juga berstatus sebagai Kepala Suku Adat Papua meminta ketersediaan anggaran agar perluasan program ini dapat bergulir pada tahun mendatang.
"Pendidikan gratis dan makanan gratis harus berpasangan," ucapnya.
Investasi Kualitas Manusia Sejak Dini
Ketimpangan sumber daya manusia menjadi kendala yang selama ini membelenggu masyarakat pedalaman. Ones menyoroti bahwa pembebasan biaya sekolah adalah jalan keluar, yang pelaksanaannya mutlak harus berdampingan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fakta di lapangan menunjukkan masih banyak hambatan dasar yang dihadapi para peserta didik sebelum mereka mulai mencerna pelajaran di kelas.
"Di daerah terpencil, ada anak-anak yang pergi ke sekolah dengan perut kosong karena keterbatasan makanan di rumah," keluhnya.
Berkah bagi Sektor Pertanian
Skema MBG tidak sekadar berfungsi sebagai penangkal stunting. Ones melihat peluang perputaran uang yang besar bagi masyarakat lokal, karena kebutuhan bahan baku dapur MBG dapat dibeli langsung dari hasil bumi, lahan pertanian, serta tangkapan nelayan sekitar.
Membangun Fasilitas Merata
Untuk memastikan kelancaran hak belajar mengajar, ketersediaan ruang fisik yang mumpuni tak luput dari perhatian. Ones mendorong pemerintah pusat mendirikan Sekolah Rakyat di tiap kabupaten agar anak-anak Papua mendapatkan standar pendidikan yang setara.
"Kita harapkan di setiap kabupaten dibangun Sekolah Rakyat, sehingga pendidikan berkualitas dan makanan gratis dapat berjalan bersama untuk membangun masa depan anak-anak Papua," urainya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Opini |








