Skuad Minim dengan Biaya Mandiri, Teqball Bisa Sumbang 1 Perak dan 1 Perunggu
![]() |
| Sumaya, peraih medali perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Kemenpora) |
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tak ada yang menduga cabang olahraga (cabor) teqball berhasil mencatat prestasi membanggakan pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tidak ada salahnya jika sebutan pasokan 1 medali perak dan 1 perunggu buat Kontingan Indonesia sebagai pencapaian istimewa.
Ya, teqball memang telah mencatat sejarah manis pada penampilan perdana di ajang multi event empat tahunan negara Asia. Nama olahraga asal Hungaria yang baru berkembang di Tanah Air ini mencuat tatkala menjadi cabor kedua setelah wushu sebagai penyumbang medali bagi Kontingen Indonesia.
Tepatnya sehari setelah Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang secara resmi dibuka, Sabtu, 19 September 2026. Atlet wushu senior Indonesia Seraf Naro Siregar tercatat sebagai penyumbang medali perunggu pertama dan atlet teqball putri Sumaya menjadi penyumbang medali perak pertama bagi Kontingen Indonesia. Plus tambahan satu medali perunggu dari atlet teqball putra, Yoga Ardika Putra.
Dengan materi sangat minim yang hanya diperkuat 4 atlet asuhan pelatih asal Hungaria Gabriella Kota, Timnas Teqball Indonesia yang dibentuk Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (PP POTSI) dengan biaya pemusatan latihan nasional (pelatnas) secara mandiri nyaris menambah 1 medali perunggu.

Sayangnya, pasangan Husni Uba/La Ode Mardan M yang sudah bermain maksimal terpaksa harus mengakui keunggulan pasangan Kuwait, Basel/Al Qattan Abdulwahab dengan skor 1-2.
"Sayangnya, kita kurang mendapat dukungan dari pemerintah. Jadi, kita hanya mampu mendulang 1 perak dan 1 perunggu," kata Calvin Legawa melalui WhatsApp, Minggu (20/9/2026).
Calvin, panggilan karibnya, menilai pencapaian prestasi Timnas Teqball Indonesia di Asian Games 2026 menjadi tonggak penting bagi olahraga tersebut di Indonesia.
“Ini sebuah pencapaian, artinya sejarah juga buat teqball Indonesia. Untuk pertama kali debut di Asian Games, kita berhasil membawa pulang medali,” ujar Calvin.
Calvin melihat capaian tersebut sebagai fondasi untuk pengembangan teqball di Indonesia ke depan. “Kalau kita dipersiapkan lebih panjang, saya rasa potensi Indonesia di teqball sangat besar, karena basic-nya ada di bola dan sepak takraw,” tutupnya. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |








