Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Capaian Istimewa Teqball Raih 1 Perak dan 1 Perunggu, Menpora Erick Apresiasi Perjuangan Sumaya

Capaian Istimewa Teqball Raih 1 Perak dan 1 Perunggu, Menpora Erick Apresiasi Perjuangan Sumaya
Menpora Erick Thohir saat memberikan ucapan selamat kepada Sumaya yang meraih perak di Asian Games Aichi-Nagoya. (Kemenpora)
Minggu, 20 September 2026 18:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
NAGOYA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mengapresiasi perjuangan sengit atlet teqball putri andalan Indonesia, Sumaya yang berhasil mendapatkan medali perak pada Asian Games 2026.

Dalam pertandingan puncak yang berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang, Minggu (20/9/2026), Sumaya kalah dengan skor 1-2 (12-10, 8-12, 9-12) dari wakil Myanmar, Khin Hnin Wai.

“Saya hadir untuk memberikan semangat dan menyaksikan langsung bagaimana Sumaya berjuang sampai akhir di partai final tunggal putri teqball. Selamat kepada Sumaya atas medali peraknya untuk Indonesia,” ujar Menpora Erick.

Menpora Erick juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet dan Timnas Teqball Indonesia yang dalam debutnya di Asian Games sukses meraih 1 medali perak dan 1 medali perunggu.

“Juga kepada Yoga Ardika (tunggal putra teqball) yang telah mempersembahkan medali perunggu. Ini menjadi capaian yang istimewa karena teqball baru debut di Asian Games tahun ini. Inilah semangat yang harus kita bawa. Ketika ada cabang olahraga baru, kita harus berani hadir, berani bersaing, dan berani berprestasi,” jelas Menpora Erick.

Sumaya sebenarnya mengawali laga dengan sangat baik, setelah berhasil mengamankan set pertama dengan keunggulan 1-0. Namun, tekanan yang dilancarkan wakil Myanmar pada set kedua dan ketiga membuat Sumaya beberapa kali melakukan kesalahan sendiri yang berujung pada kekalahan.

“Alhamdulillah tetap disyukuri. Maaf buat semua pendukung Indonesia, saya belum bisa memberikan medali emas. Tadi saya banyak buang bola dan banyak salah sendiri. Mungkin ke depannya saya bakal latihan lebih keras lagi,” kata Sumaya saat ditemui usai pertandingan.

Meskipun gagal meraih podium tertinggi, capaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi olahraga teqball Tanah Air. Medali perak yang diraih Sumaya menjadi medali pertama bagi tim Indonesia di panggung multi-cabang olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Gadis yang melakoni debutnya di Asian Games ini mengaku tetap bangga atas perjuangan serta usaha maksimal yang telah ditunjukkannya selama masa persiapan hingga babak final.

“Walaupun kalah, saya tetap bangga sama diri saya sendiri dan usaha saya selama ini. Ini debut pertama saya di Asian Games dan perjuangannya sungguh luar biasa,” tambah Sumaya.

Menatap agenda ke depan, Sumaya bersama tim pelatih akan langsung melakukan evaluasi menyeluruh guna membenahi kekurangan serta memantapkan persiapan menuju kejuaraan-kejuaraan internasional berikutnya.

“Target berikutnya mungkin event internasional selanjutnya, terima kasih masyarakat Indonesia atas doa dan dukungannya,” pungkasnya. ***

wwwwww