Sumaya Lolos ke Semifinal, Aryo: Sejarah Langsung Tercipta Jika Menang
![]() |
| Atlet teqball putri Indonesia, Sumaya (NOC Indonesia) |
Penulis: Azhari Nasution
Pada babak penyisihan Grup B, Sumaya menjalani tiga pertandingan. Ia mengawali perjuangan dengan kemenangan atas wakil Lebanon, Dandal Kamar, dengan skor 12-9, 12-11. Pada pertandingan kedua, dia dipaksa harus mengakui keunggulan wakil Myanmar, Wai Khin Hnin dengan skor 0-2 (10-12, 8-12). Dan, pada pertandingan ketiga, Sumaya sukses bangkit mengalahkan wakil Kirgizstan, Aidana Otorbaeva dengan skor 2-1 (6-12, 12-6 dan 12-6).
Dengan hasil ini, Sumaya menempati peringkat kedua dan harus menjalani babak repechage menghadapi wakil Kamboja, DY Koemyean. Hasilnya, Sumaya menang 2-0 (12-8, 12-7) sekaligus menyegel tiket ke semifinal.
Pada pertandingan babak semifinal yang dimainkan Sabtu (19/9/2026), Sumaya akan memperebutkan tiket ke final menghadapi wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza dan Wai Khin Hnin (Myanmar) melawan Dandal Kamar (Lebanon).
Manajer Timnas Teqball Indonesia, Umar Aryo Junior memberikan apresiasi terkait keberhasilan Sumaya melangkah ke semifinal. Namun, Aryo menyebut, peraih medali perunggu SEA Games Thailand 2025 itu harus mengalahkan Dsouza untuk memastikan tiket ke final sekaligus membuat sejarah di Asian Games 2026.
“Sejarah langsung tercipta jika Sumaya menang. Otomatis medali perak sudah dalam genggaman dan tinggal berebut medali emas melawan pemenang partai semifinal lainnya. Makanya, kita mohon doa dari masyarakat Indonesia agar Sumaya bisa mewujudkan keinginannya meraih medali emas,” kata Aryo, panggilan karibnya.
Menurut Aryo, perjuangan Sumaya akan panjang bilamana mengalami kekalahan di semifinal. Sebab, dia harus kembali bertanding melawan peringkat ketiga agar bisa memperebutkan medali perunggu. Begitu juga dengan atlet yang kalah di semifinal lainnya harus bertanding dengan peringkat ketiga lainnya.
“Memang ada dua medali perunggu setiap nomor yang dipertandingkan di Asian Games 2026. Tidak seperti cabang olahraga lain yang kalah di semifinal langsung mendapat medali perunggu, namun di Teqball ada Repechage dimana mewajibkan atlet yang kalah di semifinal berlaga kembali untuk memperebutkan medali perunggu dengan peringkat ketiga di grup. Dan, saya juga baru paham Repechage ini saat berada di Jepang,” ungkapnya.
Ketika disinggung peluang Sumaya melangkah ke final, Aryo menjawab, “Sumaya memang belum pernah ketemu lawannya. Tetapi, Sumaya punya peluang untuk bisa mengalahkannya.” ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |








