Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
4 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Setahun Menjabat Penuh Tekanan, Eks Menkeu Purbaya Serahkan Jabatan ke Suahasil

Setahun Menjabat Penuh Tekanan, Eks Menkeu Purbaya Serahkan Jabatan ke Suahasil
Mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Senin, 14 September 2026 16:59 WIB

JAKARTA - Kursi pucuk pimpinan Kementerian Keuangan resmi berpindah tangan. Setelah menjabat sebagai Bendahara Negara selama satu tahun enam hari, Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi digantikan oleh Suahasil Nazara melalui prosesi penyerahan jabatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Purbaya sebelumnya mengambil alih posisi Menteri Keuangan dari Sri Mulyani Indrawati pada 8 September 2025. Selama masa jabatannya yang terbilang singkat, ia menelurkan kebijakan agresif dengan menempatkan dana pemerintah senilai Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Langkah ini diambil untuk mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan agar menyentuh angka dua digit.

Kebijakan tersebut lahir sebagai respons atas catatan Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan pada September 2025 berada di level 7,7 persen. Angka ini hanya naik tipis dari bulan sebelumnya, Agustus 2025, yang tercatat sebesar 7,56 persen. Purbaya saat itu meyakini penempatan dana triliunan rupiah mampu memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mempercepat penyaluran kredit ke masyarakat.

Menjelang akhir jabatannya pada Selasa (8/9/2026) di Jakarta, Purbaya sempat membagikan suka duka mengawal stabilitas perekonomian nasional. Tekanan pekerjaan yang luar biasa menuntutnya bekerja ekstra, terutama untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi. Dampaknya bahkan terlihat jelas pada kondisi fisiknya.

"Paling gampang lihat berat badan saya, kan? Pas jadi menteri saya 102 kilogram. Sekarang 97, 98. Terus sudah pulih. Terus sampai 88. Berarti kerjanya memang berat, ya," ungkapnya.

Meski penuh tekanan, pria kelahiran Bogor, 7 Juli 1964 ini menemukan kepuasan tersendiri saat merancang kebijakan. "Kalau sukanya di sini. Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan. Itu paling menarik adalah ketika saya menguji teori-teori di lapangan langsung," tuturnya.

Perjalanan karier Purbaya menuju kursi menteri cukup panjang. Menariknya, ia berlatar belakang sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sebelum banting setir meraih gelar Ph.D bidang ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.

Kariernya di dunia keuangan dimulai pada usia 36 tahun saat didapuk sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute pada tahun 2000. Hanya dalam lima tahun, ia meroket menjadi Chief Economist dan berlanjut memegang posisi Direktur PT Danareksa Sekuritas hingga 2008. Bersamaan dengan itu, ia juga duduk sebagai Komisaris PT Danareksa Investment Management dan mengantongi izin Wakil Penjamin Emisi Efek dari Bapepam-LK yang kini bernama OJK.

Di ranah pemerintahan, jejaknya terentang dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Staf Khusus Menko Perekonomian Hatta Rajasa, hingga era Presiden Joko Widodo. Ia pernah menduduki posisi Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Kantor Staf Presiden (KSP) pada Maret 2015. Saat Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Menko Maritim pada 2016, Purbaya ikut bergabung dan kemudian diangkat menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves pada 21 Mei 2018. Sebelum ke Kemenkeu, ia dipercaya Presiden menjadi Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 3 September 2020, menggantikan Halim Alamsyah yang habis masa jabatannya sehari sebelumnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww