Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
18 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
21 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kuliner

Iran Peringatkan Keamanan Aset Energi AS di Teluk di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Iran Peringatkan Keamanan Aset Energi AS di Teluk di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (dok. AFP)
Selasa, 08 September 2026 14:27 WIB

TEHERAN - Konflik berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali mencatatkan perkembangan baru menyusul ancaman Teheran terhadap infrastruktur energi milik Washington di kawasan Teluk. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengingatkan bahwa aset minyak dan gas AS di sekitar Selat Hormuz berada dalam posisi rentan.

"Serang aset-aset kami, dan Anda akan diserang," tegas Ghalibaf, Selasa (8/9/2026), seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters.

Mohammad Bagher Ghalibaf menambahkan bahwa peringatan tersebut didasarkan pada pengalaman operasional di lapangan yang telah terbukti sebelumnya.

Dampak Konflik terhadap Arus Energi Global

Ketegangan militer yang telah berlangsung selama setengah tahun ini terus menekan pasar global, mendorong harga minyak mendekati level tertinggi dalam kurun waktu enam pekan terakhir. Hingga kini, belum ada terobosan diplomatik yang mampu menghentikan pertempuran maupun memulihkan normalitas arus pasokan energi di kawasan Teluk. Sejak 28 Februari, Iran memberlakukan pembatasan ketat terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Konflik fisik kembali pecah pada akhir pekan lalu saat pasukan AS melancarkan serangan terhadap tiga kapal tanker Iran, termasuk dua kapal yang tengah berlabuh di Pulau Kharg. Sebagai balasan, Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz serta armada yang terafiliasi dengan militer AS.

Respons Militer dan Pejabat Tinggi AS

Komando Pusat AS atau CENTCOM mempublikasikan rekaman video operasi militer pada Sabtu (5/9/2026) disertai peringatan keras kepada pemerintah Iran. Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyatakan kesiapan pasukannya untuk melindungi kepentingan Amerika di kawasan.

"Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan Amerika dan, jika perlu, menghancurkan armada minyak Iran yang jumlahnya terbatas dan rentan," tegas Cooper.

Sikap serupa disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, melalui media sosial X yang menekankan bahwa Angkatan Laut Amerika memiliki kapasitas penuh untuk menghancurkan kapal tanker Iran jika provokasi berlanjut.

"Sederhana saja: Jika Iran menembaki kapal-kapal AS, kita akan menghancurkan kapal-kapal tanker minyak mereka. Yang perlu mereka lakukan hanyalah tidak menembaki Angkatan Laut AS," ucap Hegseth.

Menanggapi pernyataan tersebut, Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan bahwa pihak Iran memegang kendali atas kerentanan fasilitas energi asing di wilayah operasional mereka.

"Sederhana saja: Rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, mudah diakses, dan rentan. Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika yang beroperasi di perairan ini dan fasilitas-fasilitasnya juga menghadapi kerentanan yang sama," papar Ghalibaf.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww