Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
19 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
22 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Darurat Kabut Asap Karhutla, Ribuan Masker Dibagikan Gratis di Depan Kantor Gubernur Riau

Darurat Kabut Asap Karhutla, Ribuan Masker Dibagikan Gratis di Depan Kantor Gubernur Riau
Selasa, 08 September 2026 17:47 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU - Pekatnya kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Provinsi Riau memicu gangguan kenyamanan warga saat beraktivitas di luar ruangan. Merespons kondisi udara yang kurang sehat, gabungan tenaga kesehatan turun langsung ke jalanan untuk mendistribusikan 4.000 masker secara gratis kepada masyarakat dan pengendara yang melintas di depan Kantor Gubernur Riau, Minggu (6/9/2026).

Aksi peduli lingkungan dan kesehatan ini melibatkan kolaborasi jajaran tenaga kesehatan (nakes) dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Mereka juga menggandeng sejumlah organisasi profesi medis, di antaranya IDI, PPNI, IBI, dan IAI, untuk mempercepat dan memperluas jangkauan pembagian pelindung pernapasan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dan insan kesehatan di tengah masyarakat yang sedang berhadapan dengan potensi gangguan pernapasan akibat polusi asap.

"Kami bersama nakes ingin hadir di tengah masyarakat. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang baik," ujar Zulkifli.

Pemakaian pelindung pernapasan tersebut dinilai sebagai langkah perlindungan pertama yang bisa langsung diterapkan oleh masyarakat untuk menekan risiko paparan partikel debu dan asap sisa kebakaran saat berada di ruang terbuka, jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Kesehatan Pekanbaru, Dedy Sambudi menekankan bahwa aksi kolaboratif ini sejalan dengan arahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho. Pemerintah daerah telah menginstruksikan seluruh elemen kesehatan untuk mengambil peran aktif dalam meminimalkan dampak medis dari bencana ekologis tersebut, dengan fokus perlindungan pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

"Dinkes Pekanbaru dan nakes bersama Dinkes Provinsi Riau ikut turun langsung dalam kegiatan ini. Kami ingin menunjukkan bahwa nakes hadir dan peduli terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," terangnya.

Melihat fluktuasi indeks kualitas udara di ibu kota provinsi, Dedy mengimbau warga agar lebih waspada dan mengatur ulang mobilitas harian mereka. Kesadaran untuk menjaga ketahanan fisik dinilai sangat dibutuhkan selama kabut asap belum sepenuhnya menghilang.

"Kalau memang tidak ada keperluan, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Namun bagi yang harus keluar, gunakan masker," pesannya.

Ia juga menyampaikan dukungan moral agar upaya penanggulangan sumber titik api di lapangan dapat berjalan maksimal. "Kita berharap persoalan karhutla ini segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman," pungkasnya. ***

wwwwww