Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
20 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
23 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
25 menit yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
14 menit yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Home  /  Berita  /  Kampus

5 Gunung Api Masuk Level Siaga, BNPB Pantau Pergerakan Abu Vulkanik

5 Gunung Api Masuk Level Siaga, BNPB Pantau Pergerakan Abu Vulkanik
Plt Kapus Datin Kom Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan.
Selasa, 08 September 2026 17:57 WIB

JAKARTA - Status Level III atau Siaga kini disematkan pada lima gunung api aktif di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus mewaspadai potensi bahaya dari aktivitas vulkanik di kawasan tersebut.

Daftar kelima gunung yang saat ini mendapat pengawasan ekstra tersebut adalah Gunung Sinabung, Gunung Anak Krakatau, Gunung Merapi, Gunung Semeru, dan Gunung Lewotobi Laki-Laki.

"Jadi kita memang sekarang ini ada lima gunung yang sedang level III atau level siaga," sebut Plt Kapus Datin Kom BNPB, Berton Panjaitan pada Selasa (8/9/2026).

Menyoroti aktivitas Gunung Anak Krakatau, ia menegaskan status kewaspadaan belum diturunkan dari Level III. Peringatan dini dikeluarkan agar masyarakat maupun pendatang tidak melakukan aktivitas jarak dekat guna menghindari risiko paparan abu vulkanik. 

"Anak Krakatau tetap level III, dengan radius tiga kilometer," tambahnya.

Berdasarkan pemantauan instrumen cuaca, kolom abu vulkanik dari Anak Krakatau terdorong angin berkecepatan 15 knot ke arah barat. Aliran debu tersebut tercatat sedang bergerak membentang menuju kawasan Samudra Hindia.

Kendati demikian, paparan debu ini masih berpotensi menyelimuti wilayah administrasi Lampung, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Merespons hal tersebut, BNPB telah mengerahkan tim untuk melakukan langkah penanganan di titik-titik wilayah yang terdampak langsung.

Di sektor perhubungan, aktivitas penerbangan mulai kembali pulih setelah delapan bandara yang terdampak abu vulkanik resmi dibuka kembali. Instansi terkait memastikan pemantauan visual maupun instrumental terhadap Gunung Anak Krakatau akan terus berjalan untuk memastikan keamanan infrastruktur transportasi.

Masyarakat di radius jatuhan abu vulkanik diminta secara mandiri mengurangi frekuensi keluar rumah. Jika mobilitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, pemakaian masker dan pelindung mata menjadi syarat mutlak untuk menjaga kesehatan diri.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Kampus
wwwwww