Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
8 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kampus

Purbaya Pastikan Kesiapan Anggaran Tanggap Darurat Bencana

Purbaya Pastikan Kesiapan Anggaran Tanggap Darurat Bencana
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026). (foto: liputan6.com/lizsa egeham).
Senin, 07 September 2026 17:54 WIB
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kementeriannya siap menindaklanjuti arahan kepala negara terkait peningkatan dana mitigasi bencana. Namun, proses pencairan dana tersebut masih menantikan rincian perhitungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

"Nanti kita tingkatkan sesuai permintaan, kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB," sebut Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menunggu Pengajuan Resmi dari Lembaga Terkait

Purbaya menerangkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima dokumen atau angka resmi mengenai nominal kebutuhan anggaran penanggulangan bencana dari pihak BNPB.

"Kan sekarang saya belum terima. Iya lah, habis saya kasih ke mana?" jelas Purbaya.

Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Krisis

Langkah penambahan anggaran ini dicanangkan setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperkuat pembiayaan penanganan bencana. Posisi geografis Indonesia yang terletak di wilayah rawan bencana menjadi dasar utama kebijakan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Presiden sewaktu memimpin rapat terbatas penanganan bencana alam gempa Nusa Tenggara Timur, erupsi Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan secara virtual melalui video conference dari Istana Merdeka Jakarta, Senin (7/9/2026).

"Ini adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api. Jadi ini membawa kita untuk harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," tegas Prabowo.

Kepala Negara juga menilai kinerja penanggulangan bencana oleh aparatur pemerintah menunjukkan perbaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang pun dibandingkan tahun-tahun dulu, respons kita sangat cepat. Keadaan bencana di Sumatra, di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ternyata respons kita cukup masif dan cepat," tutur Prabowo.

"Untuk itu, saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur yang telah bekerja keras. Kita pulihkan keadaan di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan kekuatan kita sendiri. Menurut saya kita cukup berhasil mengatasinya," sambung Prabowo.

Lebih lanjut, evaluasi menyeluruh turut diberikan terhadap penanganan karhutla serta pemulihan pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur.

"Kemudian juga saya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita cukup masif, walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan. Namun, itu kita catat untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah yang antisipatif," kata Prabowo.

"Gempa Flores, saya lihat respons kita juga cukup besar. Namun, saya ingin cek di kabupaten-kabupaten yang belum saya datangi untuk melihat bagaimana kebutuhan dasar, apakah sudah bisa dipulihkan atau belum," tutupnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Kampus
wwwwww