Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
9 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Kasus ISPA Melonjak Akibat Kabut Asap Karhutla, Pemkot Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas

Kasus ISPA Melonjak Akibat Kabut Asap Karhutla, Pemkot Pekanbaru Siagakan 21 Puskesmas
Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM memantau pelayanan di Puskesmas Sidomulyo beberapa waktu lalu
Senin, 07 September 2026 17:51 WIB
Penulis: M Rafdinal Adrianto
PEKANBARU - Pekatnya kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu gangguan kesehatan di tengah warga. Merespons lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai lebih dari 300 keluhan per hari, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru mengaktifkan 21 puskesmas sebagai posko layanan medis darurat.

Fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut kini berstatus siaga untuk menangani masyarakat yang terpapar polusi udara. Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, grafik penderita gangguan saluran pernapasan meningkat tajam, mencapai hampir dua kali lipat jika disandingkan dengan catatan pada kondisi hari biasa.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan (Diskes) agar segera memastikan kelengkapan alat medis dan obat-obatan di setiap posko. Langkah cepat ini diambil untuk meminimalkan dampak perburukan kondisi fisik masyarakat di wilayah terdampak.

"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA," paparnya, Senin (7/9/2026).

Ia membeberkan bahwa rata-rata laporan harian kini menyentuh angka 300 lebih kasus keluhan pernapasan. Dengan tingkat kualitas udara yang fluktuatif, keberadaan 21 puskesmas tersebut diposisikan sebagai garda terdepan untuk memberikan pertolongan medis secara langsung bagi warga yang mengalami gejala gangguan saluran napas.

Selain mengamankan sektor fasilitas kesehatan, Pemkot Pekanbaru juga mengambil langkah mitigasi bagi kelompok rentan usia sekolah. Metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kembali diberlakukan untuk menekan risiko paparan udara kotor bagi peserta didik, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP di Kota Pekanbaru.

Kebijakan belajar dari rumah ini dijalankan selama dua hari, yakni 7-8 September 2026. Langkah perlindungan tersebut diterapkan semata-mata untuk menghentikan aktivitas anak-anak di luar ruangan saat indeks kualitas udara ditetapkan masuk dalam kategori tidak sehat.

Di tengah kondisi polusi yang belum sepenuhnya mereda, warga ibu kota Provinsi Riau diimbau terus meningkatkan kewaspadaan. Bagi masyarakat yang mulai merasakan keluhan kesehatan terkait pernapasan, pemerintah mengarahkan agar mereka segera mendatangi layanan medis di puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. ***

wwwwww