Ekosistem Pembinaan Terbangun, Turnamen Catur Standar Terbatas Jadi Tantangan PB Percasi Hasilkan Juara Dunia
![]() |
| Ketua Dewan Pembina PB Percasi,Ir Eka Putra Wirya. (Gonews.co Group) |
Penulis: Azhari Nasution
Ketua Dewan Pembina PB Percasi, Ir Eka Putra Wirya optimistis kolaborasi yang telah terbangun secara pelahan tapi pasti bakal mampu melahirkan pecatur Indonesia berkelas dunia. Apalagi, Indonesia memiliki talenta muda potensial cukup besar.
Memang tidak mudah mengubah talenta tersebut menjadi juara Asia dan dunia.
Kuncinya, kata Eka, dukungan terintegrasi dan berkelanjutan. "Sinergitas seluruh pemangku kepentingan diharapkan menjadi fondasi yang menopang Indonesia tidak hanya menghasilkan lebih banyak pecatur bergelar Grandmaster, tetapi juga mampu melahirkan juara Asia dan juara dunia," kata Eka dalam kegiatan Apresiasi Prestasi Pecatur Indonesia di Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA), Bekasi, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026) malam.
Menurut Eka, pembibitan pecatur tidak bisa hanya mengandalkan organisasi olahraga. Sekolah dan perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai tempat menemukan serta membina talenta, sedangkan dunia usaha dapat memberikan dukungan pembiayaan untuk program latihan maupun kompetisi.
Tantangan terbesar yang dihadapi, jelas Eka, justru memastikan para talenta muda mendapatkan lingkungan yang tepat sehingga mereka dapat memilih dan menjalani catur secara serius. "Mereka harus konsentrasi benar. Semuanya harus perfect untuk menjadi pemain dunia. Harus dari kemauan sendiri," ujarnya.
Salah satu persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab adalah terbatasnya turnamen catur standar atau klasik di Indonesia. Makanya, PB Percasi terus mendorong kolaborasi dengan dunia usaha untuk menghadirkan lebih banyak turnamen standar. "Kompetisi catur standar dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kualitas pecatur Indonesia," jelasnya.

Catur Masuk Ekosistem Pendidikan
Tampaknya keinginan PB Percasi memperkuat ekosistem pembinaan catur di dunia pendidikan bakal terwujud terkait keberadaan Wakil Ketua Umum III PB Percasi Prof. Khairul Munadi, S.T., M.Eng yang menjabat Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Menurut Khairul Munadi, jalur pembinaan ideal harus terhubung sejak sekolah dasar, sekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, talenta yang ditemukan sejak usia dini memiliki jalur pembinaan yang jelas sampai jenjang prestasi lebih tinggi.
"Intinya bagaimana kita menghubungkan ekosistem catur mulai di pendidikan dasar dan menengah juga dengan pendidikan tinggi," kata Khairul sembari menyebut langkah tepat PB Percasi yang sudah menjalin kerjasama dengan perguruan swasta BPK Penabur dan beberapa perguruan tinggi.
Ia juga mendorong agar catur tidak semata-mata dipandang sebagai olahraga prestasi. Catur memiliki manfaat terhadap kemampuan kognitif, konsentrasi, cara berpikir, dan pembentukan karakter.
Hal senada dikatakan Wakil Ketua Umum PB Percasi Merry Riana. Menurutnya pembinaan harus menggabungkan kemampuan teknis dengan mental bertanding. "Jadi menurut saya semakin banyak lagi kesempatan untuk bisa mengenal dunia catur, untuk bisa berani untuk bertanding, menurut saya itu salah satu cara terbaik untuk bisa mendapatkan pecatur-pecatur terbaik yang ada di Indonesia," ujarnya.

Penghargaan
Dalam acara apresiasi tersebut, Eka Putra Wirya memberikan penghargaan kepada para pecatur Indonesia yang berhasil meraih prestasi membanggakan pada 10th Eastern Asia Youth Chess Championships (EAYCC) 2026 di Hainan, China dan SMS Deen Merdeka Open Rapid Team Chess Championship 2026 di KL Gateway Mall, Malaysia.
Di EAYCC Indonesia sukses meraih dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Seluruh medali tersebut masing-masing dipersembahkan oleh Veronica Jefany Sheryl Kichi Makalew (emas catur cepat dan perunggu catur kilat G-12), Cherisha Davina Wijaya (emas catur kilat dan perak catur cepat G-16), Banyu Wening Wiguno (perak catur standar B-10), Clementia Adeline (perak catur cepat dan perunggu catur kilat G-18), Ryu Manson Lieyanto (perunggu catur kilat B-14) dan As Syahsyah Shakish Thirof (perunggu catur kilat B-16).
Sementara di ajang SMS Deen Merdeka Open Rapid Team Chess Championship 2026, tim Indonesia yang diperkuat para pecatur yang akan berlaga di Olimpiade Catur 2026 yakni IM Satria Duta Cahaya, IM Arif Abdul Hafiz, IM Nayaka Budhidharma, dan IM Gilbert Elroy Tarigan tampil sebagai juara. ***
| Kategori | : | Gelanggang, Binawidya |








