Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
5 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kuliner

Lumpuhkan Militer Teheran, AS Kini Beralih Putus Urat Nadi Ekonomi Iran

Lumpuhkan Militer Teheran, AS Kini Beralih Putus Urat Nadi Ekonomi Iran
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent (foto: AP)
Senin, 24 Agustus 2026 10:31 WIB

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memastikan akan melancarkan serangan finansial terbesarnya untuk memblokir jalur perekonomian Iran. Keputusan yang dilabeli sebagai "hari-H ekonomi" ini dirancang untuk menekan Teheran hingga kehilangan seluruh sumber pendanaan vitalnya di pasar global.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengonfirmasi bahwa instrumen sanksi ekonomi sedang disiapkan untuk mempersempit ruang gerak Iran. Kebijakan strategis ini disampaikan secara publik pada Senin (24/8/2026), sebagai kelanjutan dari operasi pelumpuhan sektor militer.

Transisi dari Militer ke Ekonomi

Bessent menuturkan bahwa fase pembatasan ekonomi ini bisa direalisasikan berkat langkah tegas sebelumnya yang menyasar fasilitas pertahanan utama negara tersebut.

"Presiden Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan hampir 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya. Kita sekarang memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing, dimulailah Hari-H ekonomi," urainya.

Untuk menyukseskan agenda isolasi ini, instrumen negara akan difungsikan secara maksimal dengan pendekatan yang belum pernah diterapkan pada periode sebelumnya.

"Presiden telah menciptakan kondisi untuk memanfaatkan setiap lembaga, setiap otoritas, dan tindakan yang menurut banyak orang tidak akan pernah kami lakukan," sambungnya.

Tutup Celah Negosiasi

Petinggi departemen keuangan itu juga melontarkan peringatan eksplisit agar pihak internasional tidak mencoba menentang penegakan hukum yang diinisiasi Washington.

"Republik Islam telah bertahan hidup dengan menyamarkan pemerasan sebagai jaminan keamanan. Dan mereka yang takut akan bahaya menentang Teheran seharusnya tidak meremehkan biaya untuk menguji Washington," tutupnya.

Sejauh ini, rincian teknis mengenai mekanisme pembekuan aset atau lembaga spesifik yang bertugas mengeksekusi sanksi tersebut masih belum dijabarkan lebih lanjut ke hadapan publik. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Kuliner
wwwwww