Isu Pencopotan Kapolda dan Pangdam karena Karhutla, Ini Kata Mensesneg
![]() |
| Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. |
JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan tanggapan terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengenai ancaman pencopotan pejabat daerah yang gagal mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum membahas langkah pencopotan terhadap pejabat seperti Kapolda, Kapolres, maupun Pangdam. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengerahkan seluruh daya upaya untuk memadamkan karhutla di berbagai wilayah yang terdampak.
“Ya pertama tentu kita belum sampai ke sana ya. Karena yang paling penting petunjuk Bapak Presiden, satu, segera untuk kita bisa atasi mengenai Karhutla itu,” kata Prasetyo di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Instruksi Penanganan Cepat
Lebih lanjut, Prasetyo menekankan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan jajaran pemerintah untuk bergerak cepat menangani masalah kebakaran hutan. Pemerintah pusat juga memastikan kesiapan dalam memberikan dukungan penuh kepada seluruh unsur yang beroperasi di lapangan.
“Kemudian juga beliau sebagaimana kemarin juga kami sampaikan bahwa pemerintah pusat mendukung penuh ya, mendukung penuh apa pun yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah, oleh BNPB, oleh teman-teman Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan, oleh pemerintah provinsi, maupun contoh misalnya di Bromo oleh Balai Taman Nasional, kita dukung penuh gitu,” urainya.
Kebijakan Lama Masih Berlaku
Sebelumnya, Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan bahwa kebijakan pencopotan pejabat TNI dan Polri di daerah yang gagal mengendalikan karhutla masih tetap berlaku. Kebijakan serupa sebelumnya pernah diterapkan pada tahun 2015 dan 2019.
Djamari menyebut aturan ini kembali diingatkan agar seluruh aparat di daerah memiliki komitmen tinggi dalam mencegah dan menangani karhutla.
“Masih berlaku,” tegas Djamari saat ditemui di Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).
Pertaruhan Karier Aparat
Ia menambahkan, pesan tersebut selalu ditekankan dalam setiap kunjungan kerjanya ke berbagai wilayah. Menurutnya, kinerja penanganan karhutla berkaitan langsung dengan kelanjutan masa depan profesional para pejabat terkait.
“Saya tekankan itu. Keberhasilan Anda mengendalikan (karhutla) tadi adalah bagaimana karier Anda ke depan,” pungkasnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inews.id |
| Kategori | : | Kampus |









