Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
3
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
3 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Home  /  Berita  /  Kuliner

'Gagal Total', Iran Sebut Israel Kehilangan Arah Hadapi Pasukan Basij

Gagal Total, Iran Sebut Israel Kehilangan Arah Hadapi Pasukan Basij
Minggu, 09 Agustus 2026 14:59 WIB
JAKARTA - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menilai Amerika Serikat (AS) dan Israel tidak berdaya mencapai target operasi mereka dalam konflik bersenjata yang berlangsung sejak 28 Februari 2026. Ketidakmampuan meruntuhkan pertahanan lawan membuat kedua negara tersebut kesulitan mempertanggungjawabkan hasil perang kepada publiknya masing-masing.

Komandan Korps Mohammad Rasulullah, Brigjen Hassan Zadeh menyampaikan bahwa inisiasi awal koalisi asing tersebut adalah untuk mengambil alih kendali dan melucuti program nuklir Iran. Kendati demikian, hingga memasuki pertengahan tahun, misi sentral tersebut tidak kunjung terealisasi.

"Para pemimpin AS dan Israel saat ini tidak memiliki jawaban untuk disampaikan ke publik maupun pemerintahan masing-masing atas kegagalan yang terus berulang," jelasnya seperti dilansir oleh Tasnim, Minggu (9/8/2026).

Dukungan Sipil dan Ketahanan Regional

Saat meninjau markas batalyon pertahanan udara Divisi Mohammad Rasulullah ke-27, jenderal bintang satu tersebut membeberkan bahwa kekuatan pertahanan negara tidak hanya bersandar pada teknologi, melainkan pada ketahanan rakyat dan pasukan Basij.

"Kekuatan rakyat serta kesiapan total Basij, Iran menjadi salah satu kekuatan utama di kawasan dan dunia," sambungnya.

Zadeh turut mengingatkan pihak musuh bahwa kapasitas militer yang dihadapi saat ini belum mencapai kekuatan penuh. Divisi ke-27 baru mengaktifkan sebagian kecil dari prosedur operasional pertahanan mereka selama periode perang berlangsung.

Perbandingan Invasi Militer

Pertempuran yang berpusat pada perlucutan nuklir ini mengulang ketegangan serupa yang pernah terjadi pada Juni 2025. Fakta di lapangan menunjukkan adanya pergeseran strategi militer yang diterapkan oleh pihak AS.

Dalam catatan sejarah konflik 2025, militer AS baru memberikan serangan ke tiga fasilitas nuklir sesaat sebelum kesepakatan damai ditandatangani. Merespons kegagalan masa lalu, kampanye militer yang dimulai 28 Februari 2026 langsung melibatkan AS dan Israel secara bersamaan sejak hari pertama. Namun, serangkaian serangan sistematis yang ditujukan pada pusat militer dan nuklir tersebut tetap tidak mampu mengubah keseimbangan kekuatan, mempertegas posisi Teheran yang masih mendominasi di wilayahnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Kuliner
wwwwww