Tahap Konsolidasi BUMN, Laporan Keuangan Danantara Masih Diaudit
![]() |
JAKARTA - Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria memberikan penjelasan resmi terkait belum dipublikasikannya laporan keuangan lembaga tersebut. Ia menyebut penyusunan laporan keuangan saat ini masih berada dalam proses konsolidasi dan audit secara menyeluruh.
Langkah akuntansi ini merupakan pengalaman perdana bagi pemerintah sejak seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digabungkan ke dalam satu sistem holding. Penggabungan berbagai entitas bisnis berskala besar ini menuntut akurasi data yang tinggi untuk menjaga kredibilitas keuangan negara.
"Laporan keuangan Danantara itu kan hasil konsolidasi daripada BUMN dan ini adalah pertama kali BUMN melakukan laporan konsolidasi," terang Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Proses konsolidasi tersebut memiliki tingkat kompleksitas yang jauh di atas penyusunan laporan keuangan perusahaan pada umumnya. Danantara harus secara cermat melakukan eliminasi terhadap setiap transaksi antar-BUMN untuk menghindari terjadinya pencatatan ganda.
Sebelum berada dalam satu payung holding, setiap BUMN menyusun dan merilis laporan keuangan mereka masing-masing. Kini, seluruh arus transaksi antarperusahaan harus disesuaikan secara presisi karena melibatkan ratusan hingga ribuan entitas dengan hubungan bisnis yang saling berkaitan erat.
Dony menjamin transparansi data tetap terjaga meski proses tersebut memakan waktu yang cukup panjang. Masyarakat atau investor yang membutuhkan informasi keuangan tidak perlu khawatir, karena data finansial masing-masing perusahaan BUMN tetap terbuka dan dapat diakses secara terpisah.
"Prosesnya tentu membutuhkan waktu lama. Tetapi pada dasarnya kalau kita mau melihat tentu kita bisa melihat, kalau per individu tentu kita bisa melihat laporan masing-masing BUMN," tutupnya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Balai Kota, Keuangan |











